INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyatakan kesiapan menghadapi momentum mudik Lebaran 2026 dengan membuka Posko Terpadu Angkutan Udara.
Posko tersebut dibuka di Exhibition Hall Terminal Kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Kamis (12/03).
Posko terpadu ini akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Keberadaannya menjadi wadah koordinasi antara pengelola bandara dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), maskapai penerbangan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Perum LPPNPI AirNav Indonesia.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Milyas Wardana, mengatakan periode mudik Lebaran merupakan masa puncak aktivitas penerbangan di bandara.
Baca juga: Mobil Dinas Rp8,49 Miliar Dikembalikan, Pemprov Kaltim Tarik Mundur Pengadaan
Menurutnya, pengelola bandara perlu memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan aman, nyaman, dan optimal di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat, terutama selama bulan Ramadan.
“Untuk itu kami menyelenggarakan Posko Terpadu Angkutan Udara pada periode Lebaran yang beroperasi selama jam operasional bandara, yaitu pukul 06.00 hingga 23.00 WITA,” ujarnya.
Berbagai persiapan operasional telah dilakukan untuk menghadapi lonjakan penumpang. Mulai dari inspeksi keselamatan angkutan Lebaran, pelaksanaan Airport Security Committee, pengecekan fasilitas secara berkala, hingga kesiapan personel operasional bandara.
Selain itu, pihak bandara juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi terhadap kondisi darurat seperti kecelakaan maupun keadaan force majeur selama periode angkutan Lebaran.
Berdasarkan perhitungan sementara, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor diprediksi mengalami peningkatan selama masa mudik Lebaran 2026.
Jumlah penumpang diperkirakan meningkat sekitar 3 persen, dari 179.651 penumpang menjadi 184.772 penumpang. Sementara pergerakan pesawat diprediksi naik sekitar 4 persen, dari 1.429 pergerakan menjadi 1.486 pergerakan.
Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 12.806 orang. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sekitar 12.716 orang.
Stephanus Milyas Wardana menambahkan pihaknya sangat antusias dapat menjadi bagian dari perjalanan masyarakat yang hendak berkumpul dengan keluarga pada momentum Lebaran tahun ini.
Ia memastikan seluruh fasilitas serta personel bandara telah dipersiapkan secara optimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa penerbangan.





