INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 18 kasus super flu atau influenza varian H3N2 subclade K ditemukan di wilayah Kalsel.

Jumlah tersebut menempatkan Kalsel sebagai salah satu daerah dengan kasus signifikan secara nasional. Meski demikian, kondisi dinilai masih dalam batas terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap diminta waspada.

Ia memastikan sistem kesehatan di daerah berada dalam kondisi siaga untuk menangani perkembangan kasus super flu yang mulai muncul di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca juga: Banjir Menggenang Tiga Hari, Warga Sungai Tabuk Sulit Beraktivitas

Menurut Diauddin, berdasarkan hasil pemantauan dan surveilans yang dilakukan, mayoritas penderita mengalami gejala ringan hingga sedang. Penanganan pun masih bisa dilakukan dengan prosedur medis standar, sebagaimana flu musiman pada umumnya.

Ia menjelaskan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa super flu varian H3N2 subclade K lebih berbahaya dibandingkan influenza biasa.

Pemeriksaan rutin penyakit pernapasan yang dilakukan pemerintah menunjukkan tingkat kesembuhan yang baik pada sebagian besar kasus.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta.

Diauddin mengimbau warga yang mengalami gejala flu berat, seperti demam tinggi berkepanjangan atau sesak napas, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, masyarakat juga diminta tetap disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan masker di tempat umum, mencuci tangan setelah beraktivitas, serta menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah penularan.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI merilis data hingga akhir Desember 2025 yang mencatat total 62 kasus super flu di Indonesia. Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan sebanyak 18 kasus, dan Jawa Barat dengan 10 kasus.

Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kesiapan fasilitas kesehatan guna menjaga kondisi tetap terkendali.

Author