INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Pasar murah yang digelar di halaman Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan laris manis, Kamis (20/3/2025).

Dalam waktu kurang dari satu jam setelah dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, berbagai dagangan yang dijual ludes.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi mengingat harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dibanding harga pasaran.

Pasar murah ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK Provinsi Kalsel.

Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Bhayangkari Polda Kalsel, Persit Kartika Chandra Kirana Korem 101 Antasari, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

Baca juga: Polres Banjarbaru Kawal Mudik Lebaran, Siapkan Tiga Posko Pelayanan

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, mengapresiasi kegiatan ini karena sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri.

“Pasar murah selalu dinantikan oleh masyarakat, apalagi di bulan Ramadan. Harga kebutuhan pokok yang lebih murah tentu sangat membantu,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini,  pemerintah menyediakan lebih dari 6.000 jenis bahan pokok (bapok) dengan harga yang lebih murah 30 persen dibanding harga pasar.

Ia dan Ketua TP-PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin yang juga hadir dalam kegiatan ini, kompak berharap agar pasar murah yang diselenggarakan dapat menjangkau masyarakat luas dan membantu persediaan kebutuhan menjelang Hari Raya.

Semua Bahan Pokok Tersedia

Sementara itu, Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menjelaskan bahwa hampir semua kebutuhan pokok tersedia, termasuk lebih dari 1.000 paket sembako, 6.000 liter minyak goreng, 200 kg daging sapi, serta beras dan sayuran.

“Kami berusaha memastikan semua yang datang bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.

Baca juga: Safari Ramadan Pemprov Kalsel di Tanah Bumbu, Jadi Momentum Pererat Silaturahmi

Suparmi juga menambahkan bahwa harga barang di pasar murah ini lebih rendah karena sudah disubsidi oleh Pemprov Kalsel dan mitra kerja seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia.

Antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya stok barang habis. Seorang warga, Yanti, mengaku beruntung masih sempat mendapatkan sembako.

“Cepat sekali habisnya, menurut saya tidak sampai satu jam. Tapi untung masih kebagian,” ujarnya.

Ia berharap pasar murah seperti ini lebih sering diadakan karena sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Lebaran saat kebutuhan meningkat.

Author