INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Penutupan Jalan Ahmad Yani Kilometer 31,5, Banjarbaru resmi diberlakukan sejak Selasa (10/6/2025) pagi.

Kebijakan ini merupakan bagian dari proyek penggantian Jembatan Sungai Ulin oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan yang dijadwalkan rampung pada 15 November 2025.

Selama proses pembangunan, arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif. Meski sosialisasi telah dilakukan sebelumnya, banyak pengguna jalan tampak bingung, terutama di hari pertama penutupan.

Baca juga: Kodim 1022/Tanah Bumbu Gelar Pemotongan 6 Sapi Kurban

Utami, salah seorang pengendara yang tinggal di sekitar lokasi, mengaku kesulitan mencari jalan pulang. “Rumah saya dekat jembatan, tapi malah bingung sendiri karena tidak tahu harus lewat mana,” ungkapnya.

Tak hanya pengguna jalan, pelaku usaha kecil yang berada di sekitar area juga turut terdampak. Harijoko, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Guntung Manggis, mengatakan penutupan akses jalan turut memengaruhi pendapatan warga.

“Warung-warung di sekitar sini pasti terkena dampaknya karena akses utama tertutup. Kami butuh solusi supaya usaha tetap bisa jalan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kasi Operasi dan Pengendalian (Opsdal) Dinas Perhubungan Kalsel, M Arief, menjelaskan bahwa jalur alternatif sudah disiapkan dan disosialisasikan. Menurutnya, kendaraan kecil masih dapat melewati jalur sekitar SPBU dan kompleks Balitra.

“Penutupan ini bersifat sementara. Kami pastikan masih ada akses lain bagi warga. Bahkan di hari pertama, lalu lintas relatif lancar, tapi akan terus kami evaluasi, terutama saat jam sibuk,” jelas Arief.

Arief juga menyebut ada jalan kecil di sekitar warung yang bisa dimanfaatkan warga untuk akses lokal. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas selama proyek berlangsung hingga 30 Oktober 2025.

Author