INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Beberapa mobil pickup pembawa sampah tampak mengantre di halaman balai kota.

Mereka datang bukan untuk membuang sampah, melainkan mengikuti kegiatan Sedekah Sampah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengatakan kegiatan ini melibatkan seluruh ASN untuk memilah sampah dari rumah. Jenis sampah yang dikumpulkan meliputi plastik, kertas, hingga pakaian bekas layak pakai.

“Kita lihat sekarang seakan-akan balai kota ini menjadi tempat penerima sampah bekas. Ini memang kegiatan dari Pemkot Banjarmasin. Seluruh ASN ikut memilah sampah, bisa bermanfaat dan akan kita tukarkan dengan sembako,” kata Yamin kepada sejumlah wartawan, Rabu (9/7/2025) pagi.

Sedekah Sampah
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR saat diwawancarai. Foto: Interaksi.co/Rezaldi

Baca juga: Asprov PSSI Kalsel Dukung Stadion 17 Mei Jadi Homebase Barito Putera

Baca juga: Dahlan Iskan Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Pemalsuan Surat dan Penggelapan

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya terbatas untuk ASN, tapi masyarakat umum juga bisa ikut berpartisipasi. Ke depan, Pemkot Banjarmasin berencana memperluas kegiatan ini ke tingkat kelurahan.

Yamin berharap, Sedekah Sampah bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah awal dalam mengatasi persoalan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menjelaskan bahwa hasil pemilahan sampah akan dijual ke Bank Sampah Induk. Dana dari penjualan tersebut kemudian dibelikan sembako untuk dibagikan kembali kepada masyarakat.

Sedekah Sampah
Pemilahan sampah kertas dan buku layak pakai di Balai Kota Banjarmasin. Foto: Interaksi.co/Rezaldi

“Sesuai instruksi Wali Kota, kita akan laksanakan sedekah sampah di tingkat kelurahan. Itu untuk mengurangi sampah-sampah yang dibuang sembarangan,” jelasnya.

Sedekah sampah, lanjut Alive, lebih menekankan pada makna berbagi atau bersedekah, bukan sekadar menukar sampah dengan barang. 

Saat ini kegiatan masih difokuskan pada lingkungan ASN sebagai percontohan awal. Namun, masyarakat juga diperbolehkan untuk menyerahkan sampah terpilah mereka langsung ke Balai Kota, dan tanpa batasan waktu.

Author