INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Festival Musik Tradisional Indonesia (FMTI) akan segera berlabuh di Kota Seribu Sungai.
Setelah sukses digelar di Kabupaten Lampung Tengah dan Kota Bukittinggi, kini giliran Kota Banjarmasin yang menjadi titik singgah ketiga.
Bagi Kalimantan Selatan, festival ini menjadi momentum bersejarah. Untuk pertama kalinya, musik tradisi lokal tampil secara mandiri di panggung nasional, bukan sekadar pelengkap dalam pertunjukan tari atau teater.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah Antasan Banjar. Antasan berarti perlintasan.
Istilah kata lokal itu dijadikan metafora kesinambungan dan regenerasi musik tradisi. Tema ini juga mencerminkan tarik-menarik antara pelestarian dan inovasi, antara akar dan arus yang terus bergerak.
Direktur FMTI Kalimantan Selatan, Novyandi Saputra, mengatakan persiapan terus berjalan.
“Persiapan sudah sekitar 60 persen. Tapi, semuanya on progress terus. Kemudian panggung mulai tanggal 24 Agustus akan dibangun, dengan konsep seperti perahu besar,” kata Akademisi Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ULM itu saat ditemui Interaksi.co seusai Dialog Etnomusikologi di Balairung Taman Budaya, Selasa (19/8/2025) petang.

Baca juga: Bayu Bastari Bicara Tantangan Lanjong Art Festival 2025
Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Deras dan Petir Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel 19–20 Agustus
Penampil kelompok musik tradisi inovatif juga sudah diputuskan. Mereka yang terpilih merupakan hasil kurasi oleh kurator Jakarta Aristofani dan kurator lokal Lupi Anderiani.
Dari informasi yang diterima Interaksi.co, para peserta datang dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Kotabaru, Palangka Raya, hingga Tenggarong.
“Mereka mengirimkan materi yang ingin dipentaskan, kemudian didampingi tim kurator agar bisa cocok dan sesuai dengan konsep besar FMTI,” jelas Novyandi.
Tak hanya pertunjukan musik, festival ini juga menghadirkan workshop teknologi audio oleh Merwan Adhi yang akan membahas sound engineering khusus musik etnik. Selain itu, Believe Music Indonesia akan berbicara mengenai distribusi karya dan digitalisasi musik.
Antasan Banjar dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, pada 29–31 Agustus 2025. Festival ini akan dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Panggung Siring Balai Kota Banjarmasin.
“Mari kita rayakan Festival Musik Tradisional terbesar di Kalsel ini sebagai rumah, ruang inovasi, dan kreativitas musik tradisi kita,” seru Novyandi penuh semangat.
Daftar Penampil Musik Tradisi Inovatif Antasan Banjar 2025
Special Performer: Balawan Guitar Batuan Ethnic Fusion
- Sinoman Hadrah Al Ihsan Banyiur – Kota Banjarmasin
- Sanggar Seni Karamunting – Kabupaten Hulu Sungai Selatan
- Sanggar Ayu Putri – Kota Banjarmasin
- Sanggar Ading Bastari – Hulu Sungai Tengah
- Serangakai Mata – Kabupaten Tabalong
- Sanggar Nuansa Etnik Ansambel – Kota Banjarmasin
- Sanggar Kamilau Intan – Kabupaten Banjar
- Sanggar Bima Cili – Kabupaten Hulu Sungai Tengah
- Balahindang – Kota Banjarmasin
- Bilik Budaya – Kabupaten Tapin
- Lentera Musik Seni Pertunjukan – Kota Banjarmasin
- Gangsaswara – Kabupaten Kotabaru
- Campala Riza – Kabupaten Hulu Sungai Tengah
- Gema Gempita – Kabupaten Tapin
- JEF Banjar – Kota Banjarmasin
- Goa Wijaya – Kabupaten Banjar
- Bellacoustic – Palangka Raya
- Olahgubang – Tenggarong