INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq turun langsung ke Kalimantan Selatan untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam kunjungannya pada awal Agustus 2025, ia menegaskan penerapan prinsip strict liability atau tanggung jawab mutlak bagi perusahaan yang lalai menjaga areal konsesinya.

Hingga 4 Agustus, tercatat 73 kejadian karhutla dengan luas terdampak sekitar 155 hektar. Dari 27 perusahaan yang diperiksa, 11 di antaranya sudah disegel karena terindikasi lalai.

Baca juga: Aliansi Meratus Tolak Usulan Penetapan Pegunungan Meratus Jadi Taman Nasional

Selain itu, delapan perusahaan konsesi—empat dari sektor kehutanan dan empat dari perkebunan—sedang dalam penyelidikan terkait dugaan keterlibatan dalam karhutla.

“Penegakan hukum tidak menunggu terbukti sengaja atau tidak. Siapa pun yang lalai, akan ditindak,” tegas Menteri Hanif.

BMKG memprediksi musim kemarau masih berlangsung hingga pertengahan September 2025. Hal ini meningkatkan risiko kebakaran di beberapa daerah, khususnya Kotabaru dan sekitarnya.

Sementara itu, kualitas udara di sejumlah wilayah Kalsel masih relatif terkendali berkat upaya darat, helikopter water bombing, dan operasi modifikasi cuaca.

Author