INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Komunitas Akaracita meresmikan Laboratorium Batang Banyu pada 19–20 Agustus 2025, sebagai bagian dari Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) Antasan Banjar – Ethnogroove 2025.

“Program Laboratorium Batang Banyu ini merupakan rangkaian Pra-Festival Musik Tradisi Indonesia Antasan Banjar yang akan digelar pada 29–31 Agustus 2025,” kata Direktur FMTI Kalsel, Novyandi Saputra dalam siaran pers tertulisnya.

Laboratorium ini dirancang sebagai ruang penguatan bagi komposer, musisi, dan penyanyi yang bergerak di musik tradisi Kalsel.

Sebagian besar pesertanya adalah anggota kelompok penampil FMTI 2025 yang sudah terpilih. Mereka tak sekadar berlatih, tapi juga mengeksplorasi ide kreatif melalui pengalaman langsung di alam.

Pembukaan Lab Batang Banyu dimulai dengan susur Sungai Martapura bersama Otto Sidharta, Novyandi Saputra, dan Warsana Kliwir.

“Aktivitas ini melibatkan peserta untuk melakukan pencatatan bunyi, juga dikenal sebagai sound mapping, dengan mendengarkan, merekam, dan menafsirkan berbagai suara yang mereka dengar selama perjalanan susur Sungai dari Banjarmasin menuju Kabupaten Banjar,” jelas Novyandi.

Dua hari pelaksanaan diisi pembekalan materi dari mentor ahli:

  • Aristofani: Ekosistem Pendukung Musik
  • Otto Sidharta & Novyandi Saputra: Eksplorasi Bunyi Tradisi dan Lingkungan
  • Aswin Nugroho: Manajemen Non-artistik dan Produksi
  • Warsana Kliwir: Pendekatan Eko-Etnomusikologi

Program ditutup dengan sesi pendampingan kuratorial oleh Aristofani dan Lupi Anderiani untuk menyiapkan ide pertunjukan di FMTI.

Baca juga: FMTI Antasan Banjar Siap Digelar 29–31 Agustus Mendatang

Baca juga: Akaracita Tutup Fase Hulu FMTI Antasan Banjar 2025

Baca juga: Dialog Etnomusikologi Kupas Eksplorasi Bunyi Sungai di Kalsel

Tentang MTN AsahBakat

Laboratorium Batang Banyu merupakan bagian dari MTN AsahBakat bidang Musik, program prioritas nasional Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya Kementerian Kebudayaan RI.

Program ini bertujuan menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya secara berkelanjutan, sekaligus menghubungkan mereka dengan akses pasar nasional maupun global.

Melalui Laboratorium Batang Banyu, Novyandi berharap musik tradisi Kalsel terus hidup dan relevan.

“Kami berharap sungai-sungai ini akan menciptakan arus baru dalam musik tradisi Kalimantan Selatan,” tandasnya.

Author