INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Setelah penantian panjang yang membuat para penggemar gelisah bertahun-tahun, One Punch Man Season 3 akhirnya resmi tayang.
Namun, bukan sambutan meriah yang didapat, melainkan gelombang kekecewaan besar dari para penggemar setia Saitama.
Serial yang dulunya dielu-elukan karena kombinasi aksi spektakuler dan humor satir ini kini justru menuai kritik tajam di berbagai platform. Nilai rating anjlok, forum anime dipenuhi keluhan, dan tagar kekecewaan bahkan sempat ramai di media sosial.
Baca juga: Toei Animation Umumkan Hiatus Panjang Anime One Piece, Produksi Baru Dimulai 2026
1. Kualitas Animasi Menurun Drastis
Sumber utama kekecewaan berasal dari sisi teknis. Di musim pertamanya, garapan studio Madhouse memukau penonton dengan koreografi pertarungan yang halus, penuh tenaga, dan kaya detail.
Namun sejak beralih ke studio J.C. Staff pada musim kedua, kualitas animasi mulai menurun — dan kini, di Season 3, situasinya disebut jauh lebih buruk.
Banyak penggemar mengeluhkan gerakan karakter yang kaku, penggunaan gambar diam yang berlebihan, serta adegan latar yang tampak tergesa-gesa.
Beberapa warganet bahkan menyindir bahwa pertarungan Saitama kali ini “lebih mirip presentasi PowerPoint daripada anime laga.”
J.C. Staff memang dikenal memegang banyak proyek sekaligus, dan para fans menduga One Punch Man Season 3 tidak mendapat prioritas sumber daya seperti seharusnya.
2. Ekspektasi Penggemar yang Melambung Tinggi
Setelah jeda panjang, wajar jika harapan penggemar terhadap serial ini sangat besar. Season 3 mengadaptasi Hero Association vs Monster Association Arc, salah satu bagian paling intens dan emosional dalam manga.
Para penggemar berharap bisa menyaksikan duel epik dengan kualitas setara pertarungan Saitama vs Boros di Season 1. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Alur memang tetap seru, tapi penyajian visual yang tidak maksimal membuat banyak adegan kehilangan kekuatan emosionalnya.
3. Kontroversi di Balik Produksi
Drama di balik layar semakin memperburuk suasana. Sutradara Shinpei Nagai sempat menyiratkan bahwa tim produksi menghadapi keterbatasan besar, baik dari segi waktu maupun sumber daya.
Setelah episode perdana dihujat habis, ia bahkan dikabarkan menonaktifkan akun media sosial pribadinya akibat gelombang kritik dan serangan daring dari warganet.
Kejadian ini membuka mata banyak pihak tentang betapa berat tekanan industri anime, sekaligus menunjukkan bahwa masalah internal bisa berdampak langsung pada kualitas karya akhir.
4. Harapan Akan Perbaikan
Meski diselimuti kritik, sebagian penggemar masih menaruh harapan. Banyak yang berharap tim produksi mendengar masukan publik dan memperbaiki kualitas animasi di episode-episode mendatang, terutama menjelang klimaks Monster Association Arc yang sangat dinanti.
Waktu akan menjadi penentu: apakah One Punch Man mampu bangkit dan mengembalikan kejayaan seperti masa keemasan Season 1, atau justru akan tenggelam dalam bayangan kejayaannya sendiri.
Satu hal yang pasti, Saitama mungkin bisa mengalahkan musuh dengan satu pukulan, tapi menyembuhkan kekecewaan para fans jelas butuh lebih dari itu.





