INTERAKSI.CO, Banjarbaru – 12 belas sekolah di Banjarbaru disiapkan sebagai penginapan gratis bagi jemaah rutin Malam Senin 5 Rajab di Sekumpul, Martapura.

Sekolah-sekolah tersebut difungsikan sebagai rest area dan tempat menginap sementara, mengingat Banjarbaru menjadi salah satu lokasi transit utama jemaah yang datang dari berbagai daerah.

“Ada sebanyak 12 sekolah yang disiapkan sebagai lokasi penginapan sementara bagi jemaah yang datang dari berbagai daerah. Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) yang dinilai memiliki lokasi strategis dan mudah diakses,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, belum lama tadi.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Banjarbaru: Pelaku Peragakan 36 Adegan

Basid menyebutkan, sebagian besar sekolah yang dibuka sebagai rest area berada di wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan, serta satu sekolah di kawasan Sungai Ulin yang berada di jalur utama Jalan Trikora.

Adapun 12 sekolah yang disiapkan sebagai penginapan gratis tersebut meliputi SDN 1 Sungai Besar, SDN 2 Mentaos, SDN 5 Sungai Ulin, SDN 1 Sungai Ulin, SDN 3 Sungai Ulin, SDN 3 Cempaka, SDN 2 Komet, SDN 3 Komet, SMPN 2 Banjarbaru, SMPN 14 Banjarbaru, SD/SMP IT Robbani, serta SD IT Qardhan Hasanah.

Menurut Basid, sekolah-sekolah tersebut umumnya berada di pinggir jalan sehingga memudahkan akses jemaah. Ruang-ruang kelas yang tidak digunakan, aula, maupun gedung pertemuan akan difungsikan sebagai tempat menginap sementara.

“Utamanya ruang kelas yang memang tidak dipakai, kemudian aula atau gedung pertemuan, serta ruang lain yang memungkinkan digunakan sebagai tempat menginap,” jelasnya.

Ia memastikan pemanfaatan sekolah sebagai penginapan tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar karena bertepatan dengan masa libur semester ganjil tahun ajaran 2025/2026.

Selain menyediakan tempat menginap, sekolah-sekolah tersebut juga akan difungsikan sebagai posko rest area yang menyediakan konsumsi berupa makanan dan minuman bagi jemaah.

“Ini sudah kami sampaikan kepada tim Pemko dan juga Relawan Induk Sekumpul. Secara umum, sekolah-sekolah ini menjadi titik istirahat atau posko bagi jemaah,” pungkas Basid.

Author