INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Harga beras di sejumlah pasar di Banjarmasin mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Pedagang menyebut stok menipis akibat gagal panen di beberapa daerah, sementara daya beli masyarakat ikut menurun.

Pedagang beras di Pasar Sentra Antasari, Jannah (24), mengatakan harga beras jenis Mayang mengalami kenaikan bertahap. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

“Stok menipis karena banyak petani yang gagal panen. Di Marabahan dan Gambut itu contohnya,” kata Jannah.

Ia merinci, harga beras Siam Gambut saat ini berada di angka Rp12.000 per kilogram, Mayang sedang Rp12.500 hingga Rp14.000, Pemanukan Rp13.000, Mayang Usang Rp15.000, dan Unus Gambut Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram.

Baginya, kenaikan harga berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

“Biasanya orang beli tiga rak, sekarang paling satu rak,” ujarnya.

Perkiraannya harga beras masih berpotensi naik hingga bulan Rajab.

Baca juga: Kunjungan Presiden, Pemprov Kalsel Batasi Lalu Lintas di Banjarbaru

Sementara itu, pedagang beras di Pasar Antasari, Ahmad (50), menyebut kenaikan harga masih relatif terkendali. Ahmad yang telah berjualan selama 25 tahun mengatakan harga ketan naik dari Rp 13.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram.

“Masih terkontrol sekarang. Beras murah seperti Siam Pandan Rp 11.000 masih ada, harga Rp 10.000 juga ada yang beli,” katanya.

Menurutnya, beras jenis Usang Jarum sempat naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram, tapi stoknya kini mulai habis dan yang tersisa merupakan stok lama.

Ia menilai harga beras cenderung akan bertahan jika cuaca membaik.

“Kalau panas, orang bisa menjemur dan banyak yang menjual. Sekarang hujan terus, jadi yang jual sedikit,” ujarnya.

Harapan mereka saat ini distribusi kembali lancar dan kondisi cuaca membaik agar pasokan meningkat dan harga bisa kembali stabil.

Author