INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Uji coba manajemen rekayasa arus lalu lintas (lalin) di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru yang diterapkan Sabtu (24/1/26) pagi, belum menunjukkan hasil yang optimal.
Setelah berjalan sekitar lima jam, skema pengalihan arus tersebut langsung dievaluasi petugas gabungan di lapangan.
Dimana volume kendaraan dari arah Martapura maupun pusat Kota Banjarbaru terpantau sangat tinggi.
Kondisi itu membuat pengalihan arus ke Jalan P.M Noor justru memicu kepadatan baru, terutama di ruas-ruas alternatif yang dijadikan lokasi putar balik.
Keterbatasan lebar jalan diduga menjadi salah satu faktor utama terjadinya penumpukan kendaraan sehingga evaluasi dilakukan secara langsung selama uji coba berlangsung.
“Dengan kontur jalan dan jumlah pergerakan kendaraannya, ternyata memang secara umum belum bisa jadi solusi mengurai kemacetan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah, Sabtu (24/1/26) siang.
Baca juga: Pemkot Banjarbaru Bakal Pasang Ratusan Titik PJU di Lima Kecamatan Sepanjang 2026
Ia menilai, perlu dicari pola pengaturan baru yang lebih sesuai dengan kapasitas jalan dan tingginya volume kendaraan di kawasan tersebut.
“Kita cari solusi yang lain untuk mengatasi dan untuk kita mengatur volume kendaraan dengan kapasitas jalan yang ada ini. Karena sudah kita uji coba artinya sudah tahu,” imbuhnya.
Sebelumnya, uji coba rekayasa lalu lintas di Bundaran Simpang Empat direncanakan berlangsung hingga satu minggu, kemudian dipercepat menjadi tiga hari.
Namun, melihat berbagai kendala yang muncul dalam waktu singkat, petugas memutuskan membuka kembali sekat penutup jalan dari arah Martapura menuju Jalan Mistar Cokrokusumo.
“Saat uji coba 5 jam berjalan langsung laporan kita ternyata tidak bisa, yang penting sudah dicoba, kita tahu sudah artinya ini bukan solusi terbaik,” tuntasnya.
Sebagai informasi, petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian mulai memberlakukan rekayasa manajemen arus lalu lintas di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, pada pagi tadi sekira pukul 08.00 WITA.
Penutupan sekat bundaran dari arah Martapura menuju Jalan Mistar Cokrokusumo rencananya dilakukan sebagai uji coba selama tiga hari ke depan. Sebelum akhirnya dihentikan.





