INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Penanganan infrastruktur jalan pada tahun 2026 di Banjarbaru akan difokuskan pada jalan lingkungan, khususnya jalan komplek dan kawasan permukiman.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru, Adi Maulana, mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai tindak lanjut dari keterbatasan anggaran pada tahun 2026. Oleh karena itu, pembangunan jalan baru maupun peningkatan kapasitas jalan kota untuk sementara ditunda.

“Untuk tahun 2026, kami fokus pada penanganan jalan lingkungan. Sementara pembangunan jalan baru maupun peningkatan kapasitas jalan kota kami tunda,” ujarnya, belum lama tadi.

Baca juga: Enggan Dipindah ke Pasar Bauntung, PKL Jalan Jati Diminta Mundur dari Bahu Jalan

Adi menjelaskan, berdasarkan klasifikasi fungsi jalan, jalan kota terbagi menjadi empat kategori, yakni jalan arteri, kolektor, lokal, dan jalan lingkungan. Dari keempat kategori tersebut, jalan lingkungan dinilai paling bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Jadi kami fokus menangani jalan lingkungan yang benar-benar terdampak langsung terhadap aktivitas harian masyarakat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR Banjarbaru telah menyiapkan tujuh paket pekerjaan jalan lingkungan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Paket-paket tersebut meliputi kegiatan rehabilitasi, pemeliharaan berkala, serta peningkatan atau rekonstruksi jalan lingkungan.

Rinciannya, tiga paket rehabilitasi jalan lingkungan berada di Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru Utara, dan Banjarbaru Selatan. Selain itu, satu paket pemeliharaan berkala jalan lingkungan direncanakan di Kecamatan Cempaka.

Sementara untuk kegiatan peningkatan atau rekonstruksi jalan lingkungan, terdapat tiga paket pekerjaan yang masing-masing berlokasi di Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Cempaka, dan Kecamatan Liang Anggang.

“Total ada tujuh paket pekerjaan jalan lingkungan yang kami targetkan selesai pada tahun 2026,” ucap Adi.

Terkait tahapan pelaksanaan, Adi menyebut saat ini pihaknya masih melakukan finalisasi penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) serta revisi Detail Engineering Design (DED).

“Target kami, Februari ini mulai proses lelang. Mudah-mudahan sebelum bulan puasa sudah berkontrak, sehingga kegiatan fisik di lapangan bisa segera dilaksanakan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang, Ipit menuturkan senang mendengar kabar ini. Sebab menurutnya, jalan di kompleknya pasti becek saat hujan.

“Jalan komplek kami ini kalau musim hujan pasti becek berlumpur, susah dilewati, naik motor juga dalam sekali. Rawan jatuh. Tanahnya masih liat merah, tapi dengar info ini saya senang. Semoga pengerjaannya merata sampai ke komplek kami. Karena saya lihat, komplek seberang (Griya Annisa) itu sudah di aspal,” tukas warga Komplek Almisbah Kurnia Residen ini.

Author