INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Aliansi Meratus yang terdiri dari komunitas masyarakat adat, komunitas lokal, serta organisasi masyarakat sipil menggelar konsolidasi terbuka di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (13/8/2025) pukul 16.05 WITA.

Pertemuan ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap usulan Pemprov Kalimantan Selatan yang berencana menjadikan wilayah adat Meratus sebagai Taman Nasional Pegunungan Meratus.

Dalam pernyataannya, Aliansi Meratus menilai kebijakan tersebut mengingkari keberadaan masyarakat adat yang telah mendiami Pegunungan Meratus secara turun-temurun.

Selama ini, masyarakat adat bersama komunitas lokal terbukti mampu menjaga kelestarian hutan serta mengelola sumber daya alam berdasarkan pengetahuan tradisional dan hukum adat.

Baca juga: Aliansi Meratus Tolak Usulan Penetapan Pegunungan Meratus Jadi Taman Nasional

Aliansi juga menyoroti potensi ancaman yang muncul jika penetapan taman nasional dipaksakan.

Mereka khawatir masyarakat adat akan tergeser dari ruang hidupnya, kehilangan lahan pertanian, ladang, hingga sumber penghidupan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Lebih jauh, Aliansi Meratus menegaskan bahwa Pegunungan Meratus bukan hanya ruang ekologis, tetapi juga ruang kultural yang tidak terpisahkan dari identitas masyarakat adat.

Karena itu, mereka mendesak pemerintah untuk menghormati hak-hak masyarakat adat serta membuka ruang dialog yang setara, alih-alih mengambil keputusan sepihak yang berpotensi merugikan generasi penerus.

Author