INTERAKSI.CO, Batulicin — Jika ada deretan band yang paling serius berkarya pada awal 2026, salah satu nama yang mencuat adalah Alinea Baru.

Band synthwave debutan asal Batulicin, Kalimantan Selatan, itu baru saja merilis single “Tanpa Aplikasi” beriringan dengan dua video musik: video lirik dan versi live studio.

Untuk ukuran band independen, langkah ini tergolong tak lazim dan cukup menguras anggaran. Namun, dari situ Alinea Baru memperlihatkan keseriusannya untuk meramaikan pasar musik Indonesia yang makin hari makin riuh.

Kedua video tersebut hadir dalam format berbeda. Versi live studio digarap oleh Wisjie, pemuda kreatif asal Batulicin. Sementara video lirik yang menampilkan politisi Adian Napitupulu pada adegan pembuka, diproduksi langsung oleh sang produser, Prima Yuda Prawira.

Meski berangkat dari pendekatan visual yang berbeda, keduanya tetap mengusung pesan yang sama: kritik terhadap sistem aplikasi ojek online (ojol) yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada pengemudi.

Versi live studio yang dirilis hari ini, Sabtu, 21 Februari 2026 menampilkan performa yang lebih natural dengan atribut dan warna khas pengemudi ojol, selaras dengan semangat new wave era 80-an.

Sementara itu, video lirik yang dirilis pada 17 Februari 2026 menghadirkan nuansa yang lebih politis dengan banyak potongan video aksi demonstrasi dan protes para ojol di jalanan. Visual yang dirancang Yuda memberi ruang bagi pendengar untuk menyerap setiap baris lirik yang padat dan frontal.

Dengan merilis dua video sekaligus, Alinea Baru tampak memahami satu hal penting dalam lanskap musik hari ini: karya tidak cukup hanya dirilis, tetapi juga perlu dikemas dalam berbagai format agar menjangkau audiens yang lebih luas.

“Tanpa Aplikasi” telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Kedua video musiknya pun sudah tayang di YouTube, menjadi langkah lanjutan Alinea Baru dalam memperluas resonansi lagu ini hingga melampaui Kalimantan Selatan.

Author