INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) kembali menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S), Rabu (2/7/2025).
Memasuki hari kedua pelaksanaan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Machli Riyadi, menegaskan pentingnya penguatan kinerja TP3S dalam menurunkan angka stunting di Kota Banjarmasin.
Dirinya menyampaikan, meskipun pemerintah pusat telah merancang strategi penanganan stunting secara menyeluruh, implementasinya di tingkat daerah masih belum optimal.
Karena itu, Machli menekankan perlunya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat agar pelaksanaan program berjalan efektif.
“Penguatan terhadap evaluasi dan pengawasan sangat penting agar pelaksanaan strategi berjalan efektif. Dari situ kita bisa mengetahui di mana masalahnya, lalu ditindaklanjuti dengan serius,” ujar Machli saat menyampaikan arahan.

Baca juga: Ajarkan ‘Batamat Sambahyang’ di HST, Rumah Datu Ganjil Nyaris Dibakar
Baca juga: 130 Atlet Tanah Bumbu Mulai Pelatkab Jelang Porprov XII
Berbeda dengan hari pertama, kegiatan hari kedua ini menyasar seluruh perangkat daerah.
Semua SKPD, camat, dan lurah dilibatkan untuk memastikan bahwa setiap lini pemerintahan memahami perannya dalam penanganan stunting, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan di lapangan.
Angka prevalensi stunting di Kota Banjarmasin, beber Machli, pada tahun 2023 dan 2024 stagnan di angka 26,5 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius dan evaluasi besar bagi TP3S.
“Tentunya, tahun 2025 ini harus berani menurunkan itu. Kalau angkanya tidak turun, untuk apa pemerintah menganggarkan miliaran rupiah. Artinya, kita harus lebih serius dan berani menentukan target penurunan stunting di tahun 2026 yang akan datang,” tutupnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, M. Helfianoor, para camat, lurah, serta perwakilan dari berbagai SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.