INTERAKSI.CO, Kotabaru – Setiap akhir pekan, khususnya Minggu pagi, kawasan destinasi wisata Siring Laut Kotabaru rutin menggelar pertunjukan titi tali. Aksi ini selalu menarik perhatian pengunjung dan wisatawan.
Pertunjukan titi tali merupakan bagian dari budaya unik suku Bajau Samah. Para penampil menunjukkan keahlian berjalan di atas tali—dulu menggunakan rotan, kini nilon—di atas air untuk mencapai perahu. Aksi ini menuntut keseimbangan luar biasa dan konsentrasi tinggi, biasanya diiringi musik tradisional Bajau.
Menariknya, titi tali juga menjadi salah satu ikon budaya Kotabaru dan kerap ditampilkan pada festival lokal maupun nasional.
Budaya ini berasal dari kebiasaan nelayan Bajau Samah di pesisir Kotabaru yang berjalan di atas tali untuk menaiki perahu saat mencari ikan. Atraksi ini umumnya dilakukan oleh warga Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara.
Para penampil terlihat lincah, penuh keseimbangan, dan konsentrasi tinggi saat berjalan di atas seutas tali yang direntangkan di atas permukaan laut. Selama pertunjukan, banyak pengunjung yang menyaksikan sekaligus mengabadikan momen dengan telepon seluler.





