INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Atmosfer perfilman di Banjarbaru kembali bergeliat. Banjarbaru Film Academy Festival (BAFAFEST) dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 19–20 Desember 2025, di Panggung Bundar Mingguraya Banjarbaru.

Kegiatan ini akan dimulai setiap pukul 19.30 Wita hingga selesai dan terbuka untuk masyarakat umum.

BAFAFEST hadir sebagai upaya memperkuat ekosistem festival film di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan secara lebih luas.

Festival ini merupakan hasil kolaborasi berbagai komunitas yang bergerak di bidang perfilman dan kebudayaan, di antaranya Wabul Sawi Festival dan Akademi Bangku Panjang Mingguraya.

Baca juga: Dialektika Sastra Menara Pandang 2025: 14 Karya Forum Penyair Muda Kalsel Dibedah

Sebagai program unggulan Akademi Film Banjarbaru, BAFAFEST diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi talenta sineas muda, khususnya di bidang seni, sastra, dan perfilman.

Melalui festival ini, para peserta didorong untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus keberanian berekspresi melalui medium film.

Tidak hanya berfokus pada pemutaran karya, BAFAFEST juga membawa misi kultural. Festival ini mendorong sineas muda untuk mengeksplorasi dan merayakan keberagaman serta kekhasan lokalitas Banjarbaru dan Kalimantan Selatan sebagai sumber inspirasi karya.

Dari proses tersebut, diharapkan tumbuh semangat kompetitif, kreativitas, dan inovasi dalam berkarya.

Sebanyak 15 film pendek dijadwalkan diputar selama dua malam penyelenggaraan, dengan total durasi sekitar lima jam. Seluruh film tersebut merupakan karya sineas muda yang merepresentasikan beragam sudut pandang dan gagasan.

Ketua Akademi Film Banjarbaru, Rory Aksara, menyebut BAFAFEST sebagai langkah penting bagi perkembangan perfilman lokal.

“BAFAFEST adalah tonggak sejarah baru yang lahir dari ide kreatif anak muda untuk memajukan perfilman di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarbaru,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Menariknya, BAFAFEST juga melibatkan penonton secara aktif. Masyarakat yang hadir dapat memberikan polling untuk menentukan film favorit. Tiga film terpilih akan diumumkan pada malam kedua dalam agenda Anugerah Film Favorit BAFAFEST.

Rory berharap festival ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah berkelanjutan bagi para sineas muda agar karya mereka dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat.

Ia juga menilai BAFAFEST berpotensi menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya di bidang perfilman.

BAFAFEST diselenggarakan secara swakelola melalui kerja sama komunitas bersama Wabul Sawi Kalimantan, BuhanBanjar.id, Warung Kreatif, Akademi Bangku Panjang Mingguraya, serta mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra.

Selain pemutaran film festival, penonton juga akan disuguhkan film pendek produksi asyikasyik berjudul Suatu Malam Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi, yang diadaptasi dari cerpen karya Sandi Firly dan disutradarai Kin Muhammad.

Author