INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Berbagai kegiatan hadir mewarnai rangakaian Banjarmasin Art Week (BAW) 2025 yang berlangsung di Rumah Anno, Siring Tendean, Banjarmasin.
Mengusung tema “Balarut”, festival seni tahunan ini digelar dari 5 sampai 15 September 2025, dibuka mulai pukul 10.00–23.00 Wita.
Banyak orang bisa menemukan makna hidup dari kesenian, termasuk di BAW. Nur Amalia datang bersama teman-temannya. Dia bukan pelaku seni, tapi ia menyebut seni membantunya memahami hidup dari sudut pandang berbeda.
“Aku suka sesuatu yang estetik, dan seni itu bikin aku merenung. Kayak lukisan Love Life tadi, menurutku itu ngajarin bahwa kesedihan dan kebahagiaan itu saling nyambung, kayak takdir,” ujar wanita 19 tahun itu.
Ketertarikannya pada seni bermula saat duduk di bangku madrasah tsanawiyah. Waktu itu dia mendapatkan hadiah buku kumpulan fotografi dari bank saat kegiatan sosialisasi. Ketertarikannya terhadap karya seni, terutama seni visual, pun muncul.
Bagi Amalia, datang ke BAW bukan sekadar melihat karya, tapi juga menikmati ragam kesenian yang dihadirkan, baik lewat dialog kesenian, musik, maupun suasana kebersamaan bersama komunitas pegiat seni lainnya. “Bacucuk Buku” menjadi salah satu rangkaian yang ia gemari.
“Aku lebih suka diskusi di sore ini, mungkin karena suka denger cerita dan bisa dapat pengetahuan baru. Acara musik tadi malam juga asik, walau energinya besar banget jadi agak capek,” ungkapnya.
Direktur Kepanitiaan BAW 2025, Muhammad Ali Nafiah, acara ini memang dirancang sebagai ruang pertemuan lintas budaya dan generasi pegiat dan penikmat seni.
“Kita ingin seni bisa diakses siapa saja. Kita usahakan seni itu tidak eksklusif. Sesuai dengan temanya yang bermakna melebur antara tradisi dan modern, antara seniman dan masyarakat,” jelasnya.
Penulis: Soraya Alhadi




![[Review] Wildoze dan Angka 27](https://interaksi.co/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260226-WA0014-218x150.jpg)
