INTERAKSI.CO, Banjar – Banjir merendam permukiman warga di Desa Pemakuan dan Desa Pambantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Hingga Jumat (2/1/2026), ketinggian air mencapai lutut hingga paha orang dewasa.

Berdasarkan pemantauan tim interaksidotco, hampir seluruh rumah, fasilitas desa, hingga jalan terendam banjir.

Di Desa Pemakuan, sedikitnya tujuh RT terdampak dengan total sekitar 700 rumah terendam. Sebanyak 825 kepala keluarga atau sekitar 2.700 jiwa harus bertahan di tengah genangan air.

Air mulai naik sejak tiga hari terakhir. Kondisi tersebut diperparah oleh intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Sungai Tabuk dan sekitarnya.

“Pokoknya kalau hujan, naik lagi airnya. Siap-siap aja sudah banyu (air) datang,” ucap Asiah, warga Desa Pemakuan.

Dirinya yang sehari-hari membuat dan berjualan kue juga mengaku harus berhenti berjualan sementara banjir.

“Susah bikinnya (kue) , dapur dalam rumah juga terendam. Jualan di luar juga sama aja, terendam,” tuturnya.

Begitu pula dengan Abdan Sani (60), warga Desa Pambantanan. Karena sudah langganan dilanda banjir, dirinya sudah mempersiapkan tempat tinggi untuk tempat tidur dan perabotan rumah.

Apar-apar di rumah Abdan Sani saat rumahnya terendam banjir.

“Ini pakai apar-apar (meja dari kayu). Tapi, di bagian ini perlu ditinggikan lagi,” katanya sambil menunjuk bagian apar-apar yang hampir terendam.

Hingga kini, banjir masih menggenang di dua desa tersebut. Belum nampak tanda-tanda air akan menyurut.

Editor: Puja Mandela

Author