INTERAKSI.CO, Batulicin – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (26/11/2025) besok.

Menhan diperkirakan mendarat di Bandara Bersujud pada pukul 10.00 Wita. Bupati Tanah Bumbu, Dandim 1022 Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam, bersama unsur Forkopimda akan menyambut kedatangan Menhan Sjafrie di bandara.

Menhan dijadwalkan meninjau dua markas Batalyon Teritorial Pembangunan 828/Banua Warani Mattone.

Markas pertama terletak di kawasan Gedung Mahligai, Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin.

Kemudian Menhan akan meninjau lahan pembangunan markas Batalyon TP 828/BWM di KM 10 Jalan Raya Kodeco, Kecamatan Simpang Empat.

Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin meminta penambahan melalui pembangunan 150 batalion per tahun untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Hal tersebut dikatakan Menhan Sjafrie usai rapat kerja bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).

Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada penggunaan, pembinaan, dan pembangunan kekuatan TNI secara menyeluruh.

“Pembangunan kekuatan TNI perlu dilakukan secara optimal, termasuk penguatan TNI Angkatan Darat melalui penambahan batalyon guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Menhan Sjafrie kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Menhan menegaskan pertahanan negara adalah mutlak untuk menjaga kedaulatan negara, dan menjaga stabilitas nasional untuk mendukung pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah.

“Selain itu, keberadaan industri strategis nasional yang berperan besar terhadap kedaulatan negara juga membutuhkan dukungan sistem pertahanan yang kuat, baik di matra darat, laut, maupun udara,” tambah Menhan Sjafrie.

Sjafrie turut mengungkapkan bahwa Presiden telah memberikan arahan untuk menyiapkan pasukan pemeliharaan perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasukan ini akan difokuskan pada misi kemanusiaan serta rehabilitasi infrastruktur di daerah terdampak konflik.

Author