INTERAKSI.CO, Banjarmasin — Menimba ilmu di universitas hanya sebatas mimpi bagi Noorhana. Tapi itu dahulu. Kini mimpi itu tak sekadar menjadi kenyataan, ia bahkan menjadi mahasiswa terbaik Universitas Lambung Mangkurat tahun 2025.
Bagi Noorhana, prestasi ini merupakan wujud ketekunan, konsistensi, dan semangat pantang menyerah ditambah energi lain bernama do’a yang tak pernah berhenti mengalir untuk dirinya.
“Penghargaan ini saya terima dengan penuh rasa syukur. Ini bukan hanya hasil kerja saya sendiri, tetapi juga doa orang tua, dukungan keluarga, serta bimbingan para dosen,” ungkap Noorhana, Rabu (24/12/2025).
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik itu memperoleh IPK 3,91 dengan lama studi selama empat tahun. Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, memberikan penghargaan itu dalam prosesi wisuda ke-28 ULM pada Senin, 21 Desember 2025.

Bagi Noorhana, ULM bukan hanya ruang belajar, tetapi juga tempat menempa karakter dan kepemimpinan. “ULM mengajarkan saya untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap lingkungan dan persoalan masyarakat,” kata Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan periode 2022–2023 itu.
Perjalanan menuju prestasi tersebut tidaklah singkat. Tumbuh di lingkungan belum akrab dengan pendidikan tinggi, Noorhana sempat diliputi keraguan untuk melanjutkan kuliah. Namun, tekad dan keyakinannya perlahan mengalahkan rasa takut.
“Dulu berkuliah terasa seperti mimpi yang jauh. Tapi saya percaya, latar belakang bukan penentu masa depan,” cerita Noorhana.
Baca juga: Rini Dwi Masmuda Blak-blakan: Radio, Jurnalisme, dan Kerinduan pada Sang Ayah
Baca juga: Puja Mandela Rilis “Cerita yang Lalu”: Balada Reflektif di Tengah Dunia yang Terluka
Langkah berani itu ia awali dengan mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNBP). Keberhasilannya lolos seleksi menjadi titik balik perjalanan akademiknya. Di Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ULM, Noorhana menunjukkan performa akademik yang konsisten.
Tak hanya unggul di ruang kelas, Noorhana juga dikenal aktif berorganisasi. Ia terlibat dalam berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), himpunan mahasiswa, hingga organisasi eksternal kampus. Menurutnya, organisasi menjadi ruang belajar yang tak kalah penting.
“Di organisasi saya belajar kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Semua itu melengkapi proses akademik,” tegas Noorhana, Sekretaris Umum DPK GMNI ULM (2023) itu.
Predikat Mahasiswa Terbaik ULM Banjarmasin menjadi motivasi baru bagi Noorhana untuk terus berkembang dan memberi dampak positif. Wakil Ketua Bidang Kesarinahan DPC GMNI Kota Banjarmasin (2024–2026) itu berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak ragu punya mimpi besar.
“Saya ingin prestasi ini menjadi pesan bahwa siapa pun bisa berhasil, asalkan mau berusaha dan tidak mudah menyerah,” pungkasnya.
Kini, Noorhana menatap masa depan dengan optimisme. Ia bertekad menjaga prestasi, terus belajar, dan kelak mengabdikan ilmunya untuk masyarakat.
Di tengah padatnya aktivitas, Noorhana juga menorehkan prestasi dengan mengikuti ajang Apresiasi Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Tapin tahun 2023. Usahanya berbuah manis ketika ia terpilih sebagai Duta Genre Sosial Media Kabupaten Tapin 2023.
Meski aktif berorganisasi, Noorhana tak pernah melupakan peran utamanya sebagai mahasiswa. Kunci utamanya, menurut dia, adalah memahami posisi diri dan mampu menentukan skala prioritas.
“Sesibuk apa pun di organisasi, perkuliahan tidak boleh ditinggalkan,” pesan Noorhana, demisioner anggota UKM Sanggar Seni Demokrat FISIP ULM – Anggota Teater itu.
Noorhana meyakini bahwa untuk memberi dampak yang lebih luas, seseorang harus mampu menyelesaikan apa yang telah dimulai dengan baik.
Menjelang kelulusan, Noorhana kembali mengambil langkah maju dengan mengikuti Program Pemagangan Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Ia bersyukur karena telah dinyatakan lulus. Saat ini, Noorhana menjalani program magang sekaligus bekerja di Balai Pengembangan Kompetensi Pekerjaan Umum Wilayah VII Banjarmasin.
Kini, Noorhana telah menapaki dunia kerja. Namun baginya, bekerja bukan sekadar mencari penghidupan. Harapan terbesarnya adalah dapat memberi dampak nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, serta menjadikan pendidikan tinggi bukan lagi sesuatu yang asing, melainkan sebuah keharusan demi masa depan yang lebih baik.
“Bagaimana caranya berdampak? Tunggu saja gebrakannya,” ujarnya yang tampak menyimpan mimpi-mimpi besar yang sudah tak sabar untuk ia wujudkan.
Penulis: Rahim Arza
Editor: Puja Mandela





