INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin menemukan ratusan produk oleh-oleh tanpa label kedaluwarsa.

Temuan itu muncul usai Disperdagin menginventarisasi toko oleh-oleh di Banjarmasin, buntut kasus pemilik Mama Khas Banjar.

“Dari 895 produk yang kami periksa di 13 toko, 666 produk mencantumkan expired, sedangkan sisanya 229 tidak mencantumkan expired di label kemasan,” kata Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Jumat (16/5/2025).

Muftezar menegaskan temuan mereka bukan produk yang sudah kedaluwarsa, melainkan tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.

Produk kemasan hasil Industri Kecil Menengah (IKM), kata Tezar, harus wajib mencantumkan delapan indikator dalam label, yakni: nama merek, jenis produk, keterangan expired, keterangan produsen, izin edar, label halal, berat bersih, dan komposisi.

Baca juga: Titian Kampung Hijau Miring, Wali Kota Banjarmasin Beri Tanggapan

Baca juga: Tantangan Advokasi Era Post Truth

“Untuk izin edar, industri yang memproduksi makanan dan minuman skala rumahan harus memiliki sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dikeluarkan oleh wali kota atau bupati,” jelasnya.

Sementara untuk industri besar, izin edar berupa nomor MD dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “PIRT berlaku untuk makanan yang bertahan lebih dari tujuh hari,” terangnya.

Menindaklanjuti temuan ini, Disperdagin berencana mengadakan sosialisasi kemasan ringkas kepada pelaku IKM dan monitoring berkala.

“Disperdagin juga akan menerbitkan surat edaran yang mewajibkan setiap produk kemasan mencantumkan delapan indikator tersebut,” ujarnya.

Muftezar berharap, pelaku IKM bisa berdagang dengan lebih bijak, mengingat informasi kedaluwarsa pada produk pangan sangat penting bagi konsumen. Dia juga mengingatkan pemilik toko agar lebih selektif dalam menerima produk oleh-oleh.

“Masyarakat juga harus jeli serta memahami pentingnya keamanan produk yang akan dikonsumsi. Ini juga dapat mengingatkan kepada pelaku IKM yang ingin memasukkan barangnya harus melengkapi indikator tersebut,” tukasnya.

Author