INTERAKSI.CO, Batulicin – Pelatihan jurnalistik yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu pada Selasa (2/12/2025) tidak hanya mengenalkan dasar-dasar jurnalistik, tetapi juga berfungsi sebagai sarana komunikasi publik yang efektif.

Kepala Dispersip Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, punya visi yang jelas. Ia ingin seluruh SKPD bisa ikut mendukung program BerAksi yang digagas oleh Bupati Andi Rudi Latif dan Wakil Bupati H. Bachsanudin melalui konten-konten di media sosial.

“Saya ingin peserta dapat mengikuti kegiatan secara maksimal, agar pengetahuan tentang penulisan berita bisa bermanfaat untuk penyebaran informasi di SKPD masing-masing,” kata Yulia sembari membuka kegiatan.

Baca juga: Nada, Zaman, dan Ingatan: Membaca Musik Indonesia 1970-an

Acara berlangsung di Studio Mini Dispersip Tanah Bumbu. Dibuka pada pukul 10.00 Wita, pelatihan jurnalistik ini menghadirkan dua narasumber: Zulqarnain (Radar Banjarmasin) dan Puja Mandela (interaksidotco). Rizki Amalia dari Radio Swara Bersujud bertugas sebagai moderator.

Zulqarnain, reporter Radar Banjarmasin, membahas tips membuat berita yang lebih mengutamakan isu, bukan sekadar seremonial. Sebab, kata dia, berita seremonial cenderung tidak dibaca publik.

“Sajikan informasi yang langsung bersentuhan dengan isu publik,” kata Zulqarnain yang akrab disapa Radja.

Radja juga menyampaikan prinsip dasar jurnalistik, dari memilih angle menggunakan piramida terbalik, menghindari narasi basa-basi yang normatif, serta cara menulis menggunakan Chatgpt.

Baca juga: Puluhan Mahasiswa PBSI ULM Belajar Menulis Populer bersama M. Iqbal dan Puja Mandela

Pemateri kedua, Puja Mandela, setuju dengan pernyataan Radja soal berita seremonial. Ia kemudian membandingkan kualitas rilis di Pemkot Banjarmasin yang kaya data dan isu. Ia melihat produksi rilis Pemkot Banjarmasin jadi yang terbaik di Kalsel.

Hal lain yang ia tegaskan yakni pentingnya membuat tim redaksi ala media massa di SKPD. Melalui tim itu, perencanaan berita bisa dibuat, dari menulis berita web hingga membuat konten feed atau reels di Instagram.

“Tapi memang basic-nya tetap menulis. Dan agar kita punya kemampuan menulis yang baik, memang tidak bisa hanya melalui satu dua pelatihan,” ucapnya.

Dia juga menekankan pentingnya “orang kedua” dalam proses kreatif menulis. Puja yang sudah berkarir di dunia jurnalistik selama 15 tahun sudah membuktikan bahwa peran orang kedua sebagai rekan diskusi sekaligus editor punya peran signifikan dalam proses kreatif si penulis.

Selanjutnya, dia menjelaskan kunci dari konten yang dapat menyentuh publik saat ini adalah informasi yang dikemas dalam bentuk video singkat yang dipadukan narasi yang informatif.

Di sela pemaparan, peserta menanyakan tips agar konten media sosial mereka lebih menarik. Menjawab hal ini, Puja langsung membedah dan memberikan masukan agar konten lebih menarik dan mudah dipahami.

Mengakhiri pelatihan, pria yang juga dikenal sebagai musisi itu mengajak para peserta mengajak peserta memahami bahwa publikasi merupakan ujung tombak citra pemerintah dalam kepercayaan publik.

“Meningkatkan kualitas konten di SKPD memang tidak mudah, tapi jika ada kemauan untuk mencoba dan terus belajar, saya yakin bisa,” tutupnya.

Author