INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Di tengah hiruk pikuk dunia yang semakin bising oleh tuntutan hidup, tiga penyanyi dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menghadirkan sebuah karya yang lahir dari keheningan doa dan kejujuran rasa.

Lagu berjudul “Doa Orang-Orang Lemah” resmi dirilis pada 13 Februari 2026, menjadi pengingat lembut bagi siapa pun yang sedang berada di titik paling lelah dalam hidupnya.

Lagu ini dibawakan oleh Afiffaturr bersama Puspo Pris dan Frans Mailoa. Kolaborasi ini tidak hanya menyatukan suara, tetapi juga pengalaman batin, keresahan, dan harapan orang-orang yang sering kali tak terdengar suaranya.

“Doa Orang-Orang Lemah” bukan tentang menyerah, melainkan tentang bertahan. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak, menundukkan hati, dan kembali mengingat janji Tuhan sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an:
‘Inna ma’al ‘usri yusra’ — sesungguhnya bersama kesulitan selalu ada kemudahan.

Baca juga: Alinea Baru Rilis Dua Video Musik untuk Single “Tanpa Aplikasi”

Melalui lirik yang sedikit keras, tapi dibalut dengan harmoni yang lembut dan sederhana, lagu ini ditujukan bagi mereka yang merasa kecil di hadapan dunia, bagi hati yang letih oleh beban hidup, dan bagi jiwa-jiwa yang hampir kehilangan harapan.

Lagu ini menjadi ruang aman—tempat seseorang boleh rapuh, menangis, dan berdoa tanpa perlu menjelaskan apa pun.

Afiffaturr menyampaikan bahwa lagu ini lahir dari perenungan panjang tentang manusia yang sering merasa kuat di luar, namun rapuh di dalam.

Sementara Puspo Pris dan Frans Mailoa menambahkan bahwa karya ini adalah bentuk pengingat bahwa doa orang-orang yang merasa lemah justru sering kali paling jujur dan paling dekat dengan Tuhan.

Dengan nuansa musik yang sendu, intim, dan penuh perasaan, “Doa Orang-Orang Lemah” diharapkan dapat menemani pendengarnya di malam-malam sunyi, di perjalanan pulang yang sepi, atau di saat-saat ketika hidup terasa terlalu berat untuk dijalani sendiri.

Lagu “Doa Orang-Orang Lemah” sudah dapat didengarkan melalui platform musik digital dan diharapkan menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang berjuang dalam diam.

Author