INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Sejumlah mahasiswa yang tergabung di Aliansi BEM Se-Kalimantan selatan kembali gelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan, Jumat (13/3).

Terdiri dari mahasiswa yang berasal dari UIN, Uniska, ULM, STIHSA, dan UMB. Turut diikuti oleh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), seperti HMI, PMII, GMNI, dan IMM. Aksi dilakukan untuk menyuarakan tuntutan reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Jalannya aksi turut diwarnai dengan gaungan lagu yang dilafalkan massa aksi. “Tugasmu mengayomi, tugasmu mengayomi. Pak polisi-pak polisi jangan ikut kompetisi”.

Baca juga: Bandara Syamsudin Noor Siapkan Posko Terpadu Hadapi Mudik Lebaran 2026

Sejumlah spanduk dan poster berisi kritik terhadap kinerja aparat kepolisian dibawa dKemudian, secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai kasus dugaan kekerasan serta penyalahgunaan kewenangan oleh aparat, seperti kasus ZD, yang meregang nyawa di tangan MS, salah satu aparat kepolisian saat itu.

Dalam tuntutannya, massa aksi meminta DPRD Kalsel untuk mampu menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat. Serta mendorong penguatan mekanisme pengawasan terhadap kinerja aparat kepolisian. Poin tuntutan yang dibawakan diantaranya:

  1. Menuntut Kapolri untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia.
  2. Menuntut peningkatan kinerja dan penguatan peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai lembaga pengawasan eksternal terhadap institusi kepolisian.
  3. Menuntut evaluasi dan perbaikan regulasi perizinan pelaut di wilayah Kotabaru agar lebih berpihak kepada masyarakat.
  4. Menuntut pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan aparat penegak hukum untuk menghentikan secara total aktivitas tambang ilegal serta memberantas praktek mafia tanah dan pencemaran lingkungan.
  5. Menuntut Presiden Republik Indonesia dan DPR RI untuk segera mengesahkan Undang-Undang Pro Rakyat

“Kinerja polisi ini harus di evaluasi dan harusnya diisi oleh pihak-pihak yang kompeten. Sebagai dewan dan sebagai wakil rakyat harus menyampaikan ke Senayan sana dan mesti mengawal,” ucap Rizki, salah satu massa aksi yang turut menyuarakan persoalan yang dibawa dalam demonstrasi kali ini.

Sebelumnya, aksi demonstrasi Reformasi Polri dengan tagline #ReformatiIndonesia sempat digelar pada Senin (2/3) di Markas Kepolisian Daerah, Banjarbaru.

Aksi dilakukan dengan tujuan mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian dan mengembalikan fungsi utama sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Author