INTERAKSI.CO, Sleman – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman kembali menuai sorotan setelah kasus keracunan massal terjadi berulang kali.

Teranyar, sebanyak 135 siswa dan 2 guru SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus serupa yang sebelumnya menimpa siswa di empat sekolah Kecamatan Mlati: SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMPN 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati. Kejadian di Mlati bahkan baru berlangsung dua pekan sebelum kasus terbaru di Berbah.

Baca juga: Demo Buruh 28 Agustus: Rute, Titik Kumpul, dan Enam Tuntutan Utama

Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, sempat mengeluarkan pernyataan yang menuai kontroversi. Ia mewajibkan guru mencicipi makanan MBG sebelum dibagikan ke siswa. Namun, setelah menuai keberatan, pernyataan itu ia ralat.

“Saya memohon maaf. Guru cukup memeriksa kelayakan makanan berdasarkan bentuk, warna, dan aroma. Jika ada yang mencurigakan, segera komunikasikan dengan penyedia,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Menurut Susmiarto, penyediaan dan distribusi MBG berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, memiliki keterlibatan terbatas. Meski demikian, ia memastikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan terus berupaya memaksimalkan pengawasan untuk mencegah kasus serupa terulang.

Ia juga menegaskan, biaya pengobatan korban keracunan MBG ditanggung BPJS Kesehatan. Sementara siswa yang belum terdaftar sebagai peserta akan difasilitasi melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menambahkan hasil uji laboratorium dari kasus di Mlati mengindikasikan adanya bakteri berbahaya dalam makanan.

“Temuan awal menunjukkan adanya bakteri Escherichia Coli, Clostridium species, dan Staphylococcus pada makanan yang dikonsumsi siswa,” ungkapnya.

Rangkaian kasus ini menegaskan perlunya pengawasan ketat, standar operasional prosedur yang jelas, serta koordinasi erat antara BGN, pemerintah daerah, dan sekolah.

Program MBG memang ditujukan untuk menyehatkan generasi muda, tetapi keamanan pangan tetap harus menjadi prioritas utama agar manfaatnya tidak berubah menjadi ancaman.

Author