INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Kota Banjarmasin terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

Hingga November 2025 tercatat ada delapan kasus kematian pada ibu hamil di Kota Seribu Sungai. Penyebabnya didominasi hipertensi dalam kehamilan, pendarahan, infeksi dan kelainan bawaan pada ibu atau janin.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, M. Ramadhan menjelaskan bahwa penurunan angka kematian ibu dan bayi harus dimulai dari proses mitigasi sejak awal kehamilan.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin minimal enam kali selama masa kehamilan, serta keaktifan ibu hamil dalam memanfaatkan layanan posyandu dan fasilitas pemeriksaan seperti USG.

“Kematian ibu dan bayi dapat ditekan jika deteksi dini dilakukan. Jika ada masalah, bisa segera dilakukan tindakan seperti operasi sesar,” jelas Ramadhan.

Ia juga menyampaikan bahwa fasilitas posyandu kini semakin lengkap setelah mendapatkan dukungan alat seperti USG dan timbangan digital dari pemerintah pusat.

“Kami terus berupaya maksimal menekan angka kematian melalui peningkatan layanan, koordinasi lintas fasilitas kesehatan, dan edukasi masyarakat,” tutupnya.

Untuk menekan angka kematian tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan melakukan kegiatan verifikasi analisa data dan rekomendasi audit maternal perinatal di Hotel Roditha Banjarmasin pada Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, serta dihadiri perwakilan 13 rumah sakit dan 28 puskesmas se-Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

Wali Kota Yamin menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor demi menekan angka kematian ibu hamil, bayi dan balita di Kota Banjarmasin.

“Kegiatan ini harus menjadi wadah evaluasi dari kasus-kasus yang pernah terjadi. Ini menjadi prioritas Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” ungkap Yamin.

Ia menyebut kehadiran pihak rumah sakit hingga puskesmas dapat semakin memperkuat kolaborasi dalam menangani berbagai kasus kesehatan ibu dan anak.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan,” tambahnya.

Editor: Puja Mandela

Author