INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Krisis pasokan RAM global yang belum menunjukkan tanda mereda kini mulai berdampak langsung ke pasar smartphone.

Kondisi tersebut memaksa sejumlah produsen ponsel mempertimbangkan langkah yang cukup mengejutkan, yakni kembali menggunakan RAM 4GB pada perangkat terbaru demi menekan biaya produksi.

Berdasarkan laporan WccfTech, lonjakan harga memori DRAM membuat produsen harus memutar otak agar tetap dapat merilis produk dengan harga terjangkau.

Salah satu solusi yang diambil adalah menurunkan kapasitas RAM agar sistem operasi tetap bisa berjalan stabil tanpa membebani ongkos produksi yang kian mahal.

Baca juga: Harga RAM dan SSD Melonjak Tajam, Industri AI Jadi Pemicu Utama Kenaikan Global

Langkah ini menandai kemunduran spesifikasi jika dibandingkan dengan tren beberapa tahun terakhir. Pasalnya, perangkat entry-level yang sebelumnya sudah mulai mengusung RAM 6GB hingga 8GB, kini berpotensi kembali ke standar lama, yakni RAM 4GB.

Tak hanya RAM, penurunan spesifikasi juga berimbas pada kapasitas penyimpanan internal. Jika sebelumnya memori internal 128GB hingga 256GB mulai menjadi standar, ke depan konsumen kemungkinan kembali menemui ponsel dengan storage 64GB sebagai konfigurasi dasar.

Untuk menutupi keterbatasan tersebut, produsen disebut-sebut akan menghidupkan kembali slot kartu microSD yang sempat ditinggalkan.

Kehadiran microSD dinilai sebagai solusi ekonomis bagi pengguna yang membutuhkan ruang tambahan untuk menyimpan foto, video, aplikasi, hingga gim, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penyimpanan internal.

Meski demikian, kebijakan ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna. Di tengah kebutuhan aplikasi yang semakin berat dan sistem operasi yang terus berkembang, RAM 4GB dinilai pas-pasan untuk pemakaian jangka panjang, terutama bagi pengguna yang aktif multitasking.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan krisis RAM global akan berakhir. Selama harga DRAM masih tinggi dan pasokan belum stabil, langkah kompromi seperti penurunan spesifikasi memori diperkirakan masih akan terus ditempuh produsen smartphone dalam waktu dekat.

Author