INTERAKSI.CO, Jakarta – Film Labinak: Mereka Ada di Sini hadir dengan pendekatan berbeda dalam genre horor.

Alih-alih hanya menawarkan jump scare, film produksi Anami Films ini menyuguhkan teror psikologis dengan mengangkat isu kanibalisme sebagai latar utama.

Untuk memperkuat cerita, tim produksi melakukan riset mendalam, bahkan menjadikan kisah Sumanto—eks pelaku kanibalisme yang sempat menghebohkan publik pada 2003—sebagai referensi.

Produser Pratiwi Juliani mengungkapkan dirinya sempat mewawancarai langsung Sumanto untuk menggali informasi lebih dalam.

“Kami berinteraksi hanya sebatas mengorek informasi dari beliau,” kata Pratiwi. Ia menambahkan, Sumanto kini sudah bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dan hal itu justru memberi motivasi tersendiri bagi tim produksi.

Baca juga: Billie Valentino Buka Suara Soal Kisruh Film Animasi Merah Putih: One for All

Meski komunikasi dengan Sumanto memiliki keterbatasan, Pratiwi merasa keterbukaan dan sikap suportif narasumber sudah cukup membantu proses pengembangan naskah. Hasil riset kemudian diolah menjadi skenario horor psikologis yang kompleks.

Labinak: Mereka Ada di Sini bercerita tentang Najwa, seorang ibu tunggal yang berjuang melindungi putrinya, Yanti, dari ancaman sekte kanibalisme elite milik keluarga Bhairawa.

Konflik yang menegangkan dikemas dengan nuansa mistis sekaligus realis, sehingga memberikan pengalaman horor yang berbeda bagi penonton.

Disutradarai Azhar Kinoi Lubis, film ini dibintangi oleh Nayla D Purnama, Raihaanun, Arifin Putra, Jenny Zhang, dan Giulio Parengkuan. Labinak: Mereka Ada di Sini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 21 Agustus 2025.

Author