INTERAKSI.CO, Banjamasin – Harapan menyambut awal tahun dengan kemenangan justru berubah menjadi kekecewaan bagi Liverpool.
Bermain di Anfield pada laga pembuka 2 Januari 2026, The Reds gagal memetik tiga poin setelah ditahan imbang Leeds United tanpa gol.
Hasil tersebut langsung memicu gelombang kritik dari para pendukung yang meluapkan rasa frustrasi mereka di media sosial.
Sejak peluit awal dibunyikan, Liverpool tampil dominan. Penguasaan bola mencapai 69 persen menjadi bukti kendali permainan berada di tangan tuan rumah. Namun dominasi itu tak dibarengi ketajaman.
Alur serangan kerap terhenti di area sepertiga akhir, sementara peluang bersih yang benar-benar mengancam gawang Leeds nyaris tak terlihat.
Baca juga: Arsenal Pesta Gol, MU Kembali Tersendat di Pekan ke-19 Liga Inggris
Di sisi lain, Leeds United datang dengan pendekatan realistis. Berstatus tim papan bawah yang masih berjuang menjauh dari zona degradasi, mereka memilih bermain disiplin dan menumpuk pemain di lini belakang.
Strategi bertahan rapat tersebut terbukti efektif, bahkan mengantarkan Leeds mencatatkan clean sheet tandang pertama mereka musim ini.
Memasuki babak kedua, permainan Liverpool justru semakin menuai sorotan. Sejumlah pengamat menilai tempo permainan terlalu lambat, minim kreativitas, dan dipenuhi kesalahan umpan.
Alih-alih meningkatkan intensitas, The Reds terlihat kehabisan ide hingga laga berakhir tanpa gol, membuat suasana Anfield terasa hampa.
Kekecewaan suporter pun meledak tak lama setelah pertandingan usai. Tagar terkait Liverpool langsung merajai lini masa X.
Beragam komentar bernada sinis bermunculan, menyebut pertandingan ini membosankan, menyakitkan, bahkan dianggap sebagai tontonan yang disesali.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada pelatih Arne Slot. Banyak pendukung menilai kebuntuan permainan Liverpool mencerminkan masalah taktik yang belum terpecahkan.
Beberapa di antaranya mempertanyakan keputusan pergantian pemain hingga kapasitas Slot dalam membawa Liverpool bangkit di awal tahun.
Hasil imbang ini bukan sekadar kehilangan dua poin, tetapi juga mempertegas pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan Liverpool jika ingin menjaga konsistensi di sisa musim 2025/2026.





