INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Berangkat dari pemanfaatan sampah organik dan tanaman di sekitar sekolah, empat siswa SMP Negeri 1 Banjarmasin mengembangkan deterjen ramah lingkungan beraroma bunga kenanga.

Inovasi berbasis eco-enzyme ini mengantarkan mereka berkompetisi dalam lomba inovasi anak muda tingkat internasional yang diselenggarakan Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan peserta dari sembilan negara.

Keempat anggota tim tersebut adalah Intan Permata Hati, Sanaz Aisya Janeeta, Ahmad Dhani Rama Danish, dan Ahmad Dhawu Adrian.

Ajang ini juga menjadikan SMP Negeri 1 Banjarmasin sebagai satu-satunya SMP negeri dari wilayah Kalimantan yang turut berpartisipasi.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis di Banjarmasin Libur Selama Libur Sekolah

Guru pendamping tim, Nur Heriani, mengungkapkan alasan pemilihan eco-enzyme, ekstrak daun kembang sepatu, dan bunga kenanga sebagai bahan utama deterjen. Menurutnya, sejumlah bahan lain sempat diuji coba.

“Sempat mencoba pandan, tetapi aromanya lebih menyerupai makanan sehingga kurang cocok untuk deterjen. Sementara melati dan mawar stoknya tidak selalu tersedia,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi tersebut merupakan bagian dari program pengembangan Adiwiyata Mandiri yang telah dijalankan sekolah sejak 2016. Sejak saat itu, SMP Negeri 1 Banjarmasin secara konsisten mengolah limbah organik kantin menjadi eco-enzyme dan kompos.

Ketua tim, Sanaz, menyebut inovasi ini sebagai alternatif deterjen konvensional yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Deterjen sintetis bisa merusak ekosistem air,” katanya.

Berbeda dengan deterjen konvensional, produk inovasi mereka diklaim ramah lingkungan. Klaim tersebut dibuktikan melalui uji coba pada kain khas daerah, seperti sasirangan dan batik. Hasilnya, warna kain tetap cerah dan tidak luntur.

“Harapannya bisa digunakan untuk semua kain tradisional,” ujarnya.

Sebagai informasi, keempat siswa ini mengikuti ajang Invention and Innovation Fair 2026 yang digelar pada 15–18 Januari 2026 di Bogor.

Author