INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Deretan sepeda onthel berjejer rapi di samping jalan kawasan Panggung Bakhtiar Sanderta, pengendaranya mengenakan topi dan pakaian pejuang.
Pemandangan itu jadi salah satu daya tarik dalam Festival Pawai Budaya Kayutangi yang digelar untuk meramaikan rangkaian Karasminan Banua, Sabtu (16/8/2025).
Di antara peserta pawai, tampak Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kota Banjarmasin tampil dengan ciri khasnya. Dengan gaya pejuang, para anggota mengayuh sepeda onthel sambil menyapa penonton di sepanjang rute.
“Kalau KOSTI memakai pakaian perjuangan, itu sebenarnya sebagai simbol karena masyarakat dan tokoh bangsa memang perjuangannya memakai sepeda onthel sebagai alat transportasi pada masa lalu,” kata Akhmadi, ketua KOSTI Banjarmasin kepada Interaksi.co.

Baca juga: Pawai Budaya Kayutangi Buka Rangkaian Kegiatan Karasminan Banua 2025
Baca juga: Wali Kota Banjarmasin Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-80 RI
Komunitas yang berdiri pada tahun 2008 itu menurunkan 30 anggota untuk ikut memeriahkan pawai.
Bagi mereka, momentum kegiatan budaya seperti ini bukan hanya ajang partisipasi, tetapi juga sarana memperkenalkan kembali sepeda onthel agar tetap eksis dan tidak dimakan zaman.
Kegiatan ini, lanjut Akhmadi, sangatlah positif. Ia berharap KOSTI dapat selalu terlibat dalam kegiatan kebudayaan, terutama untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan sepeda onthel.
Harapan itu sejalan dengan tujuan penyelenggara. Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menegaskan pawai budaya ini memang menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalimantan Selatan ke-75 sekaligus HUT ke-80 RI.
“Kegiatan ini tidak terlepas dari tupoksi kami sebagai tempat pengembangan dan pelestarian budaya. Lebih dari itu, ini juga sebagai ajang kreativitas seni daerah,” tandasnya.