INTERAKSI.CO, Kotabaru – Lapangan Kantor Bupati Kotabaru pagi itu menjadi saksi upacara gabungan dua momentum besar bangsa—Hari Pahlawan 10 November 2025 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.
Udara yang teduh seolah mengiringi langkah para peserta upacara yang hadir dengan penuh khidmat, dari jajaran Forkopimda hingga pelajar dan masyarakat umum.
Baca juga: Pemkab Kotabaru Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting
Upacara dipimpin oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang mewakili Bupati Kotabaru, H. M. Rusli. Dalam sambutannya, Syairi membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa ini bukanlah anugerah yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pahlawan.
“Kini giliran kita menjaga agar api perjuangan tidak pernah padam dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” ucap Mensos dalam pesan yang disampaikan lewat Syairi Mukhlis.
Mensos juga menekankan tiga nilai penting yang harus diwarisi generasi sekarang: ketabahan dalam perjuangan, pengabdian tanpa pamrih, dan visi jauh ke depan untuk masa depan bangsa.
Jika dulu pahlawan berjuang dengan senjata, maka kini perjuangan dilakukan melalui ilmu, empati, dan dedikasi untuk kemanusiaan.
Tidak hanya memperingati Hari Pahlawan, upacara kali ini juga dirangkaikan dengan peringatan HKN ke-61 yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”
Syairi Mukhlis menegaskan pentingnya kesehatan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Generasi yang sehat, baik fisik, mental, maupun sosial, akan menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia Emas. Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sebagai wujud penghargaan terhadap pengabdian dan semangat juang, acara juga diisi dengan penyerahan tali asih kepada lima orang veteran, serta penyerahan SK Desa Wisata kepada 13 desa oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kotabaru.
Tak ketinggalan, penghargaan bagi tenaga kesehatan teladan 2025 turut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelayanan masyarakat.
Upacara ditutup dengan doa bersama, mengalun lembut di tengah keheningan, seakan mengingatkan bahwa perjuangan belum usai—hanya berganti wujud.
Dari medan perang menuju perjuangan menjaga kesehatan, ilmu, dan kemanusiaan. Sebab setiap langkah kecil untuk kebaikan, sesungguhnya adalah kelanjutan dari perjuangan para pahlawan bangsa.





