INTERAKSI.CO, Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Workshop Manajemen Risiko Organisasi Tahun 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-23 daerah tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di Pendopo Kantor Bupati, Batulicin.

Workshop tersebut diikuti oleh perwakilan Inspektorat dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Yulian Herawati.

Dalam sambutannya, Yulian Herawati menyampaikan bahwa penerapan manajemen risiko menjadi hal krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan yang kini semakin dinamis dan kompleks. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program pemerintah memiliki potensi risiko yang harus dikelola secara tepat.

“Setiap kebijakan maupun program kegiatan pemerintah daerah memiliki potensi risiko yang harus diidentifikasi, dianalisis, dan dikelola secara tepat,” ujarnya.

Baca juga: Soal WFH ASN, Pemkab Tanah Bumbu Masih Pantau Dinamika Lapangan

Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Ayi Royanto, yang memberikan pemaparan terkait strategi implementasi manajemen risiko dalam tata kelola pemerintahan.

Menurut Yulian, pengelolaan risiko yang efektif akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas perencanaan, ketepatan dalam pengambilan keputusan, serta keberhasilan pencapaian target pembangunan daerah. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas aparatur dalam memahami manajemen risiko menjadi sangat penting.

Ia menilai workshop ini sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemerintah daerah dalam menerapkan manajemen risiko secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tata kelola pemerintahan di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Tanah Bumbu, semakin profesional, akuntabel, serta mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Author