INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Pemkot Banjarbaru menggelar Pasar Murah Bersubsidi di lima kecamatan selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan perdana dilaksanakan di halaman Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Banjarbaru, Kamis (19/2) lalu.

Program ini menjadi langkah konkret Pemkot Banjarbaru dalam menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok selama Ramadan, sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau.

Kepala Disdagperin Kota Banjarbaru, Muriani, mengatakan jumlah titik pelaksanaan dikurangi menjadi lima lokasi akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Jadi untuk Pasar Murah di Disdagperin adalah hari yang pertama, untuk empat hari yang akan datang nanti di kecamatan lain mulai hari Senin. Karena dampak efisiensi di tahun ini jadi lima kecamatan saja,” ujarnya.

Baca juga: Pasar Murah Banjarbaru Diserbu Warga, Ada Bawang Gratis dari Wali Kota

Meski jumlah lokasi berkurang, komoditas yang disubsidi tetap difokuskan pada kebutuhan pokok utama masyarakat, yakni beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir. Keempat komoditas tersebut dinilai paling dibutuhkan dan paling memengaruhi pengeluaran rumah tangga menjelang Ramadan.

“Komoditas yang bersubsidi seperti biasa ada beras, telur, minyak, sama gula,” jelasnya.

Besaran subsidi pun tidak mengalami perubahan, yakni Rp5.000 per kilogram atau per liter untuk setiap komoditas. Skema ini diharapkan mampu memberikan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar.

“Subsidi yang diberikan sama seperti biasa juga, jadi Rp5.000 per kilo atau per liter,” tambah Muriani.

Untuk memastikan distribusi merata dan tepat sasaran, Disdagperin menyiapkan sekitar 500 hingga 600 paket kebutuhan pokok di setiap titik pelaksanaan. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

“Di satu titik pasar murah untuk kebutuhan pokoknya disediakan sekitar 500-600-an,” katanya.

Pelaksanaan pasar murah di tiap kecamatan dijadwalkan pada pagi hari. Selain untuk menghindari antrean panjang, jadwal ini juga memberi kesempatan bagi warga untuk melanjutkan aktivitas lainnya, termasuk berburu takjil atau menu berbuka puasa.

“Jadi di kecamatan itu dilaksanakannya pagi, jadi mereka bisa bergeser ke pasar wadai,” imbuhnya.

Dari sisi teknis, masyarakat diwajibkan membawa KTP sesuai domisili kecamatan saat pelaksanaan pasar murah. Aturan ini diterapkan untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh warga di luar Kota Banjarbaru.

“Syaratnya pakai KTP, jadi KTP di kecamatan saat Pasar Murah itu berlangsung. Tidak bisa lintas kecamatan dan itu harus penduduk Kota Banjarbaru ya, karena memang subsidinya untuk masyarakat Kota Banjarbaru,” pungkasnya.

Author