INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mematangkan langkah penataan infrastruktur guna mengatasi kepadatan lalu lintas yang semakin meningkat.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan sisi timur dan selatan kota sebagai bagian dari strategi mengurai kepadatan kendaraan di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, mengatakan rencana pembangunan jalan lingkar tersebut merupakan program prioritas Wali Kota Banjarbaru untuk menambah kapasitas jaringan jalan perkotaan.

Baca juga: Koperasi Merah Putih Landasan Ulin Timur Siap Beroperasi Dalam Waktu Dekat

Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarbaru telah menyusun perencanaan teknis, termasuk kemungkinan pembangunan di sejumlah titik strategis yang akan menghubungkan ruas jalan yang sudah ada.

“Dinas PU sudah melakukan perencanaan dan juga ada beberapa yang mungkin akan dibangun,” katanya beberapa waktu lalu.

Selain pembangunan ruas jalan, pada tahun ini juga direncanakan pembangunan sejumlah jembatan penunjang yang berpotensi memperoleh dukungan pembiayaan dari Pemerintah Pusat.

Namun demikian, pembukaan ruas jalan lingkar baru masih menunggu kesiapan pembebasan lahan yang saat ini menjadi fokus utama Pemerintah Kota Banjarbaru.

Sirajoni menjelaskan, proses pembebasan lahan menjadi tantangan tersendiri karena bergantung pada kemampuan keuangan daerah, terlebih pada tahun ini terjadi pengurangan transfer ke daerah sekitar 36 persen.

“Pembebasan lahannya ini yang penting. Kalau pembebasan lahan sudah beres, nanti kita akan meminta bantuan dari Pemerintah Pusat untuk melakukan pembangunan jalan itu,” tuturnya.

Ia menegaskan, peningkatan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendesak seiring meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi, yang berdampak langsung pada meningkatnya beban lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Author