INTERAKSI.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Penganugerahan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ke-80.
Ahli waris Soeharto yang hadir dalam upacara tersebut antara lain Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Tutut Soeharto), Bambang Trihatmodjo, dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
Seusai acara, momen haru tampak ketika Titiek dan putranya, Didit Hediprasetyo, memeluk Bambang dan Tutut. Air mata kebanggaan pun mengalir setelah Soeharto secara resmi diakui sebagai Pahlawan Nasional.
Baca juga: Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh, Ada Soeharto hingga Gus Dur
Selain Soeharto, terdapat sembilan tokoh lain yang turut dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
Mereka adalah K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Marsinah, Prof. Mochtar Kusumaatmadja, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah.
Meski penganugerahan gelar kepada Soeharto memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat, pihak keluarga menanggapinya dengan tenang. Tutut Soeharto menyebut perbedaan pendapat adalah hal lumrah dalam negara demokrasi.
“Masyarakat Indonesia itu kan macam-macam ya, ada yang pro ada yang kontra, itu wajar-wajar saja,” ujarnya usai upacara.
Ia mengajak publik menilai Soeharto secara utuh, melihat perjuangannya sejak muda hingga akhir hayatnya.
“Yang penting kita melihat apa yang telah dilakukan Bapak saya, dari sejak muda sampai wafat, semua untuk negara dan masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Tutut juga menyampaikan rasa terima kasih keluarga kepada Presiden Prabowo dan seluruh masyarakat yang mendukung keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak keluarga tidak menyimpan rasa kecewa kepada pihak yang menolak.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan masyarakat Indonesia. Untuk yang kontra atau belum mendukung, kami tidak dendam atau kecewa. Negara kita ini kan kesatuan, banyak macam-macamnya, monggo saja,” ucapnya.
Ia meyakini, keputusan Presiden Prabowo didasarkan pada pengetahuan mendalam tentang kiprah Soeharto, mengingat latar belakang militer yang sama.
“Bapak Presiden tahu betul perjuangan beliau,” katanya menutup pernyataan dengan nada teduh.
Dengan penetapan ini, nama Soeharto kini resmi tercatat dalam sejarah bangsa sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, sosok yang tetap menimbulkan perdebatan, namun tak bisa dihapus dari perjalanan panjang republik ini.





