INTERAKSI.CO, Banjarmasin — Siang itu, halaman Hotel Sampaga tampak biasa saja. Lalu-lalang kendaraan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.

Hingga seorang pria berinisial LDE yang datang dengan sepeda motor menarik perhatian petugas. Gerak-geriknya yang tampak gelisah menjadi awal dari pengungkapan kasus narkoba besar di Banjarmasin.

Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan yang sejak pagi membuntuti target langsung bergerak cepat.

Dalam hitungan detik, penyergapan dilakukan tanpa perlawanan. Dari penggeledahan, petugas menemukan sebuah kresek berwarna ungu yang terselip rapi di motor LDE. Kantong plastik sederhana itu rupanya menyimpan barang haram bernilai tinggi.

Baca juga: Remaja di Banjarmasin Ditangkap Usai Memeras dan Melecehkan Anak SD Lewat Media Sosial

Di dalamnya, lima paket sabu yang dibungkus teh China hijau muda ditemukan, dengan total berat lima kilogram. Tidak hanya itu, sembilan paket pil ekstasi 940 butir yang berwarna hijau dan merah muda. Menurut polisi, pil tersebut memiliki berat total 379,67 gram.

Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Baktiar Joko Mujiono mengatakan kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.

Pengedar Narkoba Hotel Sampaga
Barang bukti sabu-sabu serta ekstasi yang disita dari LDE. Foto: Istimewa

Informasi awal yang menyebut adanya aktivitas peredaran narkoba di kawasan tertentu ditindaklanjuti dengan penyelidikan berbasis scientific crime, termasuk profiling terhadap target.

Nama LDE kemudian muncul sebagai sosok yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas transaksi. Setelah beberapa hari pemantauan, polisi akhirnya menemukan momentum pada Selasa, 18 November 2025.

Saat LDE muncul di halaman hotel dengan gelagat gugup, tim pimpinan Dedy Siregar bergerak menutup semua celah.

Setelah ditangkap, LDE dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Kalsel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penangkapan ini menambah deretan pengungkapan besar yang dilakukan Polda Kalsel sepanjang tahun.

Sementara itu, kepolisian menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi menjadi kunci penting dalam memutus rantai peredaran narkoba di daerah.

Author