INTERAKSI.CO, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan posisi tegas Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui pendekatan solusi dua negara (two-state solution).
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Sri Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/6/2025).
“Mengenai Palestina, kita tetap mendukung kemerdekaan Palestina. Hanya two-state solution yang bisa mengakhiri pertikaian tersebut,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden menyatakan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki pandangan sejalan dalam mendukung upaya kolektif dunia untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara Palestina dan Israel.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyerukan pentingnya kerja sama global untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Baca juga: 60 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Kemlu RI Pastikan Seluruhnya Tiba Selamat di Tanah Air
Sikap Indonesia untuk mendukung Palestina bukan hanya berdasarkan solidaritas kemanusiaan, tetapi juga merupakan amanat dari Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan bahwa Indonesia ikut berkomitmen dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa pengakuan atas kedaulatan Palestina adalah prasyarat bagi Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
“Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik. Kami juga siap menyumbang pasukan perdamaian di kawasan tersebut,” ucapnya saat pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Rabu (28/5) lalu.
Tak hanya dalam forum bilateral, Presiden Prabowo secara konsisten menyuarakan posisi Indonesia dalam berbagai pertemuan internasional. Ia
menyebut bahwa penyelesaian dua negara adalah satu-satunya jalan damai yang benar dan harus terus diperjuangkan oleh komunitas global.
Indonesia juga mendukung penuh Palestina menjadi anggota penuh di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan terus menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan terhadap rakyat Palestina.