INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, diliburkan sementara selama masa libur sekolah usai ujian semester pertama tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menyampaikan bahwa penghentian sementara program tersebut mengikuti jadwal libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Selama libur sekolah ini Program MBG libur juga,” ujar Ryan di Banjarmasin, Jumat (27/12/2025).
Baca juga: Dari Mimpi Menuju Prestasi: Cerita Noorhana, Mahasiswa Terbaik ULM 2025
Ia menjelaskan, kebijakan pelaksanaan MBG selama libur sekolah bersifat fleksibel dan tidak bersifat wajib.
Hal tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Banjarmasin, di mana distribusi MBG dapat dilakukan apabila ada permintaan dari pihak sekolah.
Menurut Ryan, jika sekolah tetap menginginkan pelayanan MBG selama libur, maka makanan akan tetap didistribusikan ke sekolah dan siswa diminta mengambilnya secara langsung.
“Kalau sekolah memutuskan tidak ada pelayanan MBG di masa libur, maka tidak ada distribusi MBG ke sekolah,” katanya.
Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin belum menerima data pasti mengenai sekolah-sekolah yang memilih tetap menerima penyaluran MBG selama libur sekolah.
“Kami masih menunggu data dari Koordinator BGN Banjarmasin,” ujar Ryan.
Ia juga mengimbau agar para siswa tetap memanfaatkan masa libur panjang untuk belajar di rumah meskipun tidak ada kegiatan sekolah secara formal.
Terkait pelaksanaan Program MBG di Kota Banjarmasin, Ryan menyebutkan program tersebut telah menjangkau sekitar 65 ribu siswa dari jenjang TK hingga SMA yang tersebar di puluhan sekolah.
Selama masa libur sekolah, Badan Gizi Nasional menyiapkan dua skema distribusi MBG yang bersifat opsional.
Opsi pertama, penyaluran dilakukan dalam bentuk paket untuk enam hari yang dibagikan dua kali dalam sepekan, dengan menu kombinasi makanan siap santap dan makanan kemasan seperti roti, telur, susu, serta buah.
Sementara opsi kedua, siswa diminta datang ke sekolah setiap hari untuk mengambil paket MBG yang telah disiapkan.





