INTERAKSI.CO, Batulicin – Sudah lama warga di Desa Segumbang, Kersik Putih, dan Gunung Tinggi mendambakan distribusi air yang lancar dari PT. Air Minum (PTAM) Bersujud.
Sayangnya, masalah yang dihadapi tidak sederhana. Sebab, selain hal-hal teknis seperti kualitas pipa yang rapuh, juga ada kendala jika listrik PLN dalam kondisi tidak stabil.
“Tapi kita sudah upayakan untuk menyelesaikan masalah distribusi air ke tiga wilayah itu,” kata Direktur PTAM Bersujud, Ardiansyah, dalam konferensi pers bersama PWI Tanah Bumbu di Batulicin, Rabu (5/11/2025).
Sebagai gambaran, selama tiga wilayah tersebut mendapat suplai dari booster Batulicin. Masalahnya, pipa induk yang berada di Desa Sarigadung hanya mampu menyuplai air selama 16 jam ke Batulicin. Hal itu membuat suplai air dari Batulicin ke Kersik Putih, Segumbang, dan Gunung Tinggi tidak optimal, bahkan minim.
“Penyebabnya itu karena kualitas pipa yang sudah tua. Rentan pecah. Tapi kita sudah melakukan penggantian pipa, dari wilayah Sarigadung sampai Pal 4 Kompi. Dari situ kita ingin memberikan pelayanan 24 jam untuk wilayah Segumbang, Kersik Putih, dan Gunung Tinggi,” ucap Ardiansyah.
Ardiansyah menyebut keluhan masyarakat dari tiga wilayah tersebut banyak masuk ke ponselnya. Rata-rata mereka mengeluhkan distribusi air yang singkat. “Ada yang lewat WhatsApp, ada juga yang menyampaikan secara langsung,” ucap dia.
Saat ini PTAM Bersujud sudah melakukan langkah konkret. Mereka membangun pipa induk dengan kualitas yang lebih baik. Pembangunan pipa sepanjang empat kilometer itu sudah mencapai 60 persen dan ditarget selesai pada awal tahun 2026.
Ardiansyah optimistis setelah ini tidak akan ada lagi gangguan distribusi air di tiga wilayah tersebut karena pipa pecah dan gangguan teknis lainnya.
“Sudah kita ganti dengan pipa HDPE. Kalau yang ini kan pipa PVC, kemampuannya hanya 3,5 bar saja. Otomatis debitnya kurang. Insyaallah Desember selesai,” katanya.




![[Review] Wildoze dan Angka 27](https://interaksi.co/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260226-WA0014-218x150.jpg)
