INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Puluhan warga Perumahan Terrace Pelangi, Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru, terpaksa mengungsi ke Kantor Kelurahan setempat akibat banjir yang merendam permukiman, Selasa (6/01).

Banjir mulai menggenangi rumah-rumah warga sejak sehari sebelumnya dengan ketinggian air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut membuat warga, khususnya ibu-ibu, balita, dan anak-anak, memilih mengungsi demi keselamatan.

Salah satu pengungsi, Siti Jamilah, mengatakan hingga kini dirinya masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum sepenuhnya aman untuk ditempati.

“Kemarin airnya selutut orang dewasa. Dari pagi sampai tadi malam sempat surut, tapi sekarang belum tahu bisa pulang atau tidak,” ujarnya.

Meski demikian, ia bersyukur barang-barang berharga miliknya berhasil diselamatkan sebelum air semakin tinggi. “Kasur, baju-baju, TV semua selamat, sempat dipindahkan ke dapur karena lebih tinggi sedikit,” jelasnya.

Baca juga: Pernyataan Gubernur Kalsel Soal “Memindah Hujan” Tuai Kontroversi

Banjir kali ini bukanlah kejadian pertama. Siti Jamilah menyebut banjir serupa sudah berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Ini sudah yang ketiga. Tahun 2021, Januari 2025 kemarin, dan sekarang. Tiga kali sudah banjir,” tutupnya.

Lurah Landasan Ulin Timur, Amirullah, menyampaikan jumlah warga terdampak yang mengungsi mencapai puluhan jiwa.

“Ada 17 kepala keluarga dengan total 48 orang yang mengungsi. Mereka sudah satu malam berada di sini, kebanyakan ibu-ibu, balita, dan anak-anak,” katanya.

Sementara itu, sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah meski masih dikepung banjir. Umumnya, kaum laki-laki tetap tinggal untuk menjaga harta benda sambil menunggu air surut.

Selain di Perumahan Terrace Pelangi, banjir juga terjadi di wilayah lain Kelurahan Landasan Ulin Timur beberapa hari sebelumnya.

“Di RW 4 RT 4 ada satu KK yang mengungsi di kelurahan, enam KK lainnya ada yang tinggal di rumah anaknya dan ada juga yang menyewa rumah sendiri,” ungkap Amirullah.

Penanganan banjir dilakukan secara terpadu. BPBD Kota Banjarbaru mengevakuasi warga terdampak, sementara bantuan logistik berupa bahan makanan dan pakaian disalurkan oleh Dinas Sosial, TNI/Polri, serta sejumlah anggota dewan.

Author