INTERAKSI.CO, Jakarta – Pemerintah resmi mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dengan proyeksi belanja naik 7,3% dan defisit terjaga di level 2,48% dari PDB.
RAPBN ini menekankan tiga prioritas utama, yakni program makan gratis, pengembangan energi terbarukan, dan modernisasi militer.
Pemerintah menegaskan RAPBN 2026 disusun secara optimistis namun realistis, dengan komitmen menjaga disiplin fiskal. Defisit 2,48% lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan upaya serius dalam memperkuat fondasi keuangan negara.
Baca juga: Indonesia–AS Sepakati Tarif Nol untuk Sawit, Kakao, dan Karet
Kenaikan belanja negara didominasi oleh program prioritas. Program makan gratis menjadi sorotan karena diyakini dapat meningkatkan gizi sekaligus kualitas pendidikan anak bangsa.
Dukungan terhadap energi terbarukan memperlihatkan langkah konkret pemerintah dalam transisi energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Sementara itu, di bidang pertahanan, alokasi anggaran difokuskan pada modernisasi alutsista dan teknologi militer. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kedaulatan di tengah ketidakpastian geopolitik regional.
Meski demikian, sejumlah ekonom mengingatkan perlunya pengawasan ketat terhadap pembiayaan program agar tidak menambah beban utang negara. Pemerintah juga didorong memperkuat penerimaan pajak serta memperluas basis pendapatan.
Melalui RAPBN 2026, pemerintah ingin memastikan pembangunan berjalan inklusif, berkelanjutan, dan mampu memperkokoh ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.