Tidak semua anak datang ke sekolah dalam suasana hati yang baik. Ada yang berangkat tanpa sarapan, ada yang tadi malam sulit tidur, dan ada juga yang datang sambil menahan perasaan sedih serta takut yang tidak bisa mereka ceritakan. Tapi mereka tetap datang, membawa buku dan semangat seadanya.
Kadang kita para guru serta orang tua terlalu sibuk dengan banyak hal. Rencana pembelajaran, tugas-tugas, aturan di rumah dan di sekolah, dan target pendidikan. Kadang kita lupa kalau anak-anak juga punya hari-hari yang berat. Mereka butuh lebih dari sekadar pelajaran. Mereka butuh diterima dan dimengerti.
SEBUAH SENYUM MENGUBAH SEGALANYA
Senyum guru di pagi hari mungkin terlihat sepele. Tapi bagi anak yang sedang merasa sendiri, senyum itu bisa membuat dunia terasa sedikit lebih ringan. Sebuah sapaan hangat, tatapan ramah, atau tanya singkat seperti “kamu baik-baik saja?” bisa memberi semangat baru yang tak terduga.
Anak-anak bukan hanya butuh diajar, mereka juga butuh diajak merasa aman. Kalau mereka sudah merasa nyaman, pelajaran pun akan lebih mudah masuk. Tapi kalau hati mereka sedang penuh, tugas-tugas sekolah akan terasa berat, seberapa pun mudahnya.
Satu hal yang sering kita lupa adalah anak-anak bukan hanya mengingat apa yang kita ajarkan, tapi juga bagaimana kita memperlakukan mereka. Mereka mungkin lupa isi pelajaran hari ini, tapi mereka akan ingat siapa guru yang membuat mereka merasa dihargai.
SUDAH TEPATKAH KITA?
Kadang kita berpikir harus jadi guru yang hebat, tahu segalanya, bisa menjelaskan semua. Padahal, menjadi guru yang hangat dan mau mendengar saja sudah sangat berarti. Anak-anak tidak selalu butuh jawaban, tapi mereka butuh teman yang hadir.
Guru tidak harus selalu serius. Kita boleh tertawa bersama anak-anak, boleh berbagi cerita, boleh terlihat lelah, asalkan tetap tulus. Karena mereka tidak menuntut kita sempurna. Mereka hanya ingin tahu bahwa kita benar-benar peduli.
Mendidik memang tidak mudah. Tapi kita tidak harus membuatnya rumit. Mulailah dengan hal-hal kecil. Hadir utuh di kelas, memandang anak-anak dengan mata yang jujur, dan jangan lupa tersenyum. Itu sudah cukup untuk memberi arti.
Mungkin kita tidak bisa memperbaiki semua hal dalam hidup anak-anak. Tapi kalau kita bisa membuat satu hari mereka terasa lebih baik, itu juga sebuah pencapaian besar. Satu senyum bisa jadi awal dari semangat baru.
Berikan waktu 1 detik saja untuk kita tersenyum. Siapa tahu senyum kecil yang kita berikan hari ini bisa mereka kenang sepanjang hidup.
Penulis : Ahmad Marjuni
Guru, Aktivis Sosial-Keagamaan,dan Pemerhati Budaya