INTERAKSI.CO, Banjarmasin – SMAS PGRI 1 Banjarmasin resmi menjalin kerja sama dengan Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua Yogyakarta guna mendukung penerapan mata pelajaran Artificial Intelligence dan Coding di lingkungan sekolah.
Penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMAS PGRI 1 Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Sultan Adam, Komplek H Andir, Kelurahan Sungai Jingah. Kegiatan tersebut disaksikan oleh seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, hingga karyawan.
Kepala SMAS PGRI 1 Banjarmasin, Muhammad Fitri, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan implementasi mata pelajaran AI dan Coding pada tahun ajaran mendatang.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini penting untuk meningkatkan kapasitas pendidik melalui pelatihan sebelum materi diajarkan kepada siswa.
Baca juga: Ambin Demokrasi Bahas Ulang Peran Intelektual Organik
Kerja sama ini diharapkan mampu membekali guru dengan pemahaman yang memadai tentang AI dan Coding, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan optimal.
Selain itu, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk menguasai keterampilan digital sebagai bagian dari transformasi pendidikan menuju target pembangunan berkelanjutan dan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam naskah nota kesepahaman, kerja sama antara kedua institusi mencakup sejumlah program strategis. Di antaranya penerapan metode pembelajaran Fun Learning berbasis Artificial Intelligence, pengembangan laboratorium sekolah berbasis sains data dan AI, serta pelatihan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di bidang teknologi.
Kerja sama ini juga mencakup pelaksanaan workshop, sertifikasi, serta kegiatan berkelanjutan yang melibatkan dosen dan praktisi dari Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua Yogyakarta.
Selain itu, institusi tersebut akan mendukung inovasi pendidikan berbasis teknologi serta melakukan sosialisasi program pendidikan dan beasiswa bagi siswa yang berminat melanjutkan studi di bidang kecerdasan buatan.
Salah satu guru SMAS PGRI 1 Banjarmasin, Nadia Rizkiyanah, menyambut positif kerja sama tersebut.
Ia menilai program ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan sekolah menghadapi kebutuhan pendidikan berbasis teknologi di masa depan.
Menurutnya, kerja sama yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun ini akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Melalui kolaborasi ini, SMAS PGRI 1 Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi era digital.





