INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Kini kamu bisa membaca buku-buku jadul di salah satu Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Namanya TBM Nostalgia.
Lokasinya nyempil di Jalan Jafri Zamzam, Perumahan Shafwah Al Zafri No. 1, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan.
Kepala TBM Nostalgia, Musa Bastara, bilang taman bacaan ini lahir dari keinginan sederhana. Membagikan semangat membaca. Juga menghadirkan ruang baca yang berbeda dari taman bacaan lain.
“Di TBM Nostalgia pembaca bisa menemukan buku-buku lama seperti Wiro Sableng, komik Petruk, komik silat, hingga majalah Bobo,” paparnya kepada Banjarbaruklik, Minggu (9/11/2025).
Musa menegaskan TBM ini bukan hanya tempat membaca. Ia ingin menghadirkan ruang baca yang tidak mengejar tren, tetapi punya semangat mengarsipkan ingatan dan memberi kesempatan bagi generasi baru untuk berdialog dengan masa silam lewat buku.
Menurutnya, kehadiran TBM Nostalgia juga berangkat dari kerinduan pribadi.
“Bukan hanya karena cinta literasi, yapi rindu pada momen membuka buku bersampul menguning, mencium bau kertas tua, membaca catatan di pinggir halaman, dan menikmati gaya bahasa yang kini jarang ditemui,” tuturnya.
TBM Nostalgia, kata Musa, menjadi tempat untuk merawat kerinduan itu. Ia ingin pengunjung bukan sekadar membaca buku, tapi juga mengingat bagaimana perjalanan membaca dimulai.
Di ruang baca ini, pengunjung bisa membaca santai, mendengarkan cerita di balik buku-buku lawas, bahkan berbincang dengan sesama pembaca yang memiliki kenangan serupa.
Namun, untuk sementara, pengunjung belum bisa meminjam buku seperti di perpustakaan umum.
“Kami mendorong pengunjung membaca di tempat. Sebab banyak koleksi kami sudah tua dan rentan rusak,” katanya.
Meski begitu, TBM Nostalgia membuka sistem peminjaman terbatas bagi mereka yang sedang melakukan riset atau menulis, dengan pencatatan sederhana.
“Kami bukan perpustakaan pada umumnya. Yang penting, bahan bacaan ini tidak hilang ditelan waktu,” ujar Musa.
Ia berharap TBM Nostalgia menjadi tempat singgah bagi mereka yang ingin beristirahat dari hiruk pikuk literasi modern yang serba cepat.
“Kalau banyak taman bacaan berlomba menyiapkan masa depan literasi, kami ingin memastikan masa lalunya tidak hilang,” jelasnya.
Sementara itu salah satu pengunjung, Soraya Naila Hasibuan, mengaku senang dengan adanya TBM Nostalgia.
Menurutnya, adanya buku-buku lawas itu bisa membantu melestarikan bacaan lama sebagai bagian dari dari sejarah serta warisan budaya
“Cukup berkesan saat berkunjung ke TBM Nostalgia. Bisa melihat dan membaca buku-buku yang sudah jarang ditemukan dengan suasananya yang sederhana. Pastinya memberikan pengalaman berbeda,” pungkasnya.





