INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Golf  resmi ditutup, masyarakat minta solusi dari pemerintah kota.

Salah satu warga Jalan Golf, Robert, yang tinggal tepat di depan lokasi TPS, membenarkan bahwa sebelum ditutup, aroma tidak sedap sering mengganggu warga sekitar.

Meski begitu, warga katanya berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih tepat, terutama terkait lokasi TPS pengganti yang dirasa terlalu jauh.

Namun, setelah TPS ditutup, persoalan baru justru muncul. Karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah di lokasi bekas TPS karena belum mengetahui adanya pemindahan, serta belum jelasnya informasi mengenai lokasi TPS pengganti.

“Setelah ditutup ini masih banyak masyarakat yang buang sampah di sini. Pada awal penutupan masyarakat juga belum tahu harus buang ke mana, jadi masih ada yang buang pagi, siang, sampai malam,” jelasnya, Kamis (25/12).

Baca juga: Bukan Lahan Pemkot Banjarbaru, TPS Jalan Golf Banjarbaru Ditutup

Menurut Robert, kebingungan warga diperparah dengan jarak TPS pengganti yang dinilai cukup jauh dan kurang terjangkau, khususnya bagi warga lanjut usia atau yang tidak memiliki sarana transportasi.

“Mereka bingung mau buang ke mana,” katanya.

Untuk mencegah lokasi bekas TPS kembali dipenuhi sampah, warga sekitar katanya berinisiatif melakukan pengawasan dengan membentuk pos jaga. Warga juga secara swadaya membersihkan sampah yang terlanjur dibuang di lokasi yang ditutup dan memindahkannya ke tempat yang telah ditentukan.

“Kalau ada sampah yang terlanjur dibuang, kita yang ambil dan bersihkan, lalu kita pindahkan ke tempat yang sudah disediakan,” ujarnya.

Robert mewakili warga, berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret, baik melalui penambahan TPS baru yang lebih dekat dengan permukiman maupun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

“Harapannya untuk masyarakat yang jauh-jauh ini ada solusi. Mungkin memang TPS yang ada terlalu jauh, sementara penduduk di sini sudah padat, jadi perlu dipikirkan lagi penempatan tempat sampah yang lebih terjangkau,” pungkas Robert.

Author