INTERAKSI.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menyatakan tidak akan memperpanjang penangguhan tarif ekspor terhadap berbagai negara mitra dagang.

Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (1/7/2025), saat Trump berbicara kepada awak media dari dalam pesawat Air Force One.

“Tidak, saya tidak berpikir untuk memperpanjang [penangguhan tarif],” kata Trump singkat namun lugas, menegaskan sikap pemerintahannya terhadap kebijakan perdagangan internasional yang selama ini menjadi sorotan dunia.

Trump juga menyebutkan bahwa pemerintah AS akan segera mengirimkan surat resmi kepada para mitra dagangnya.

Isi surat tersebut adalah ucapan “selamat” atas hak mereka untuk tetap melakukan bisnis dengan Amerika Serikat—pernyataan yang bernuansa satir terhadap kebijakan tarif yang ketat.

Baca juga: Donald Trump Murka Dituding Bantu Iran Bangun Fasilitas Nuklir

Menurutnya, kebijakan tarif yang diberlakukan sejak awal pemerintahannya telah mendatangkan pendapatan besar bagi negara. “Kami sudah menghasilkan sekitar 129 miliar dolar AS dan jumlah itu terus bertambah,” ungkap Trump.

Kebijakan tarif ini diperkuat melalui perintah eksekutif yang ditandatangani pada 2 April lalu.

Dalam perintah tersebut, AS mengenakan tarif dasar 10 persen atas barang impor dari berbagai negara. Tarif lebih tinggi dikenakan terhadap 57 negara dengan defisit perdagangan besar terhadap AS.

Trump sebelumnya memberikan keringanan berupa penangguhan tarif selama 90 hari bagi lebih dari 75 negara, berlaku hingga 8 Juli. Penangguhan khusus bagi China, mitra dagang terbesar AS, akan berakhir pada 12 Agustus 2025.

Meskipun ketegangan dagang meningkat, Trump mengumumkan bahwa AS telah menandatangani kesepakatan perdagangan baru dengan China pada Rabu lalu, serta menyatakan bahwa kesepakatan serupa dengan India “segera tercapai”.

Keputusan Trump ini menandai komitmen pemerintahannya dalam menegakkan perdagangan timbal balik yang dianggap lebih adil bagi AS, namun sekaligus memperkeruh hubungan dengan sejumlah negara mitra.

Author