INTERAKSI.CO, Banjarbaru –  Produk kopi asal Kota Banjarbaru menarik perhatian Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo.

Dradjad tak sekadar melihat produk-produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipamerkan. Ia juga mencicipi kopi produksi Herborneo, yang menawarkan varian kopi rempah dan kopi pahit original.

Setelah mencicipinya, Dradjad mengungkapkan kesukaannya terhadap kopi pahit tanpa campuran. Menurut dia, cita rasa kopi tersebut cocok bagi penikmat kopi yang menyukai rasa asli.

“Kopinya mantap sekali ya. Ada dua, satu kopi rempah, satu lagi kopi pahit. Saya suka kopi pahit yang original. Rasanya kalau buat saya, buat pecinta kopi cocok banget,” ujar Dradjad saat mengunjungi stan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang yang berlangsung pada 14 – 18 Oktober.

Apresiasi itu menjadi salah satu sorotan dalam partisipasi Banjarbaru di pameran perdagangan internasional tersebut. Ajang ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkenalkan produk lokal kepada calon pembeli dan memperluas peluang pemasaran.

Di hadapan pelaku usaha, Dradjad menekankan pentingnya peran ekonomi kerakyatan dan UMKM dalam pembangunan nasional. Ia mengatakan pemerintah perlu membantu pelaku usaha kecil agar dapat mempercepat pertumbuhan usaha dan meningkatkan daya saing.

“Potensi ekonomi rakyat seperti yang ditegaskan oleh Presiden dan merupakan salah satu prioritas dari Bapak Presiden itu sangat besar,” kata dia.

Menurut Dradjad, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memiliki tugas mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat agar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat semakin besar.

“Tugas kita di Kemenko Perekonomian untuk membantu supaya ekonomi rakyat bisa tumbuh lebih cepat lagi sehingga kesejahteraan rakyat seperti yang ditetapkan oleh Bapak Presiden itu akan bisa semakin meningkat,” ujarnya.

Bagi UMKM Banjarbaru, keikutsertaan dalam TEI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Namun, tantangan berikutnya adalah mengubah perhatian pengunjung menjadi peluang bisnis, mulai dari kerja sama distribusi hingga transaksi dagang yang berkelanjutan.

Apresiasi terhadap kopi Herborneo menunjukkan bahwa produk lokal memiliki kesempatan untuk menarik perhatian di tengah persaingan pasar. Agar peluang itu berlanjut, promosi perlu diikuti penguatan kualitas produk, kapasitas produksi, kemasan, serta akses terhadap jaringan pemasaran.

Author